PSSI Tetapkan Regulasi Pemain Asing Super League Tidak Berubah

Share

Regulasi mengenai kuota pemain asing untuk kompetisi Super League musim 2026/2027 dipastikan tidak mengalami perubahan berdasarkan keputusan resmi dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), sebagaimana dilansir dari Bola.

Setiap klub peserta kompetisi kasta tertinggi tersebut tetap diperbolehkan mendaftarkan hingga sebelas legiun asing. Dari jumlah tersebut, sembilan pemain diizinkan masuk ke dalam daftar susunan pemain dan maksimal tujuh nama bertanding di lapangan.

Kebijakan ini mengulang aturan yang sudah diterapkan pada musim 2025/2026, di mana mayoritas klub kontestan telah memaksimalkan kuota yang tersedia tersebut.

"Ya sudah disampaikan, saya pikir ini hal yang sudah kami share bersama PSSI bulan lalu," ujar Asep Saputra, Direktur Kompetisi I.League.

Pihak pengelola kompetisi menegaskan bahwa komunikasi intensif mengenai aturan pemain luar negeri ini telah dilakukan jauh-jauh hari bersama federasi.

"Regulasi untuk musim yang akan datang, tidak ada perubahan," jelas Asep Saputra, Direktur Kompetisi I.League.

Meskipun ketentuan pemain asing tetap bertahan, PSSI membuat gebrakan baru dengan menghapus aturan mengenai kewajiban penggunaan pemain muda untuk musim depan.

Kewajiban memainkan minimal satu pemain U-23 sebagai starter dengan durasi minimal 45 menit yang berlaku musim ini resmi ditiadakan untuk kompetisi mendatang.

"Hanya ada perubahan dalam regulasi U-23, yang tidak ada lagi kewajiban dalam starting line-up selama 45 menit," tutur Asep Saputra, Direktur Kompetisi I.League.

Langkah penghapusan regulasi pemain muda ini diambil setelah otoritas sepak bola mendengarkan berbagai masukan dari klub-klub peserta kompetisi.

"Dalam membuat regulasi ada fase mendengar, ada fase kita berdiskusi yang sesuai dengan apa namanya yang punya kompetensi, yang juga punya kepentingan di sana," ucap Asep Saputra, Direktur Kompetisi I.League.

Proses pembahasan draf regulasi baru ini diklaim sudah dipaparkan secara mendetail di hadapan para perwakilan klub beberapa waktu lalu.

"Jadi sebetulnya proses dan itu kemarin sudah kami presentasikan di depan. Tapi sekali lagi, itu adalah apa yang sudah kita bicarakan, seperti apa, detail."

Pihak I.League saat ini tinggal menunggu dokumen regulasi resmi diterbitkan agar bisa dipelajari secara menyeluruh oleh seluruh tim peserta.

"Resminya, itu RUU bahasanya. Kalau undang-undangnya, regulasinya, sudah keluar untuk teman-teman bisa melihat," ungkap Asep Saputra, Direktur Kompetisi I.League.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author