Real Madrid Pimpin Daftar Klub Eropa Pengoleksi Gelar Liga Terbanyak
Real Madrid mengalami situasi sulit pada kompetisi musim 2025/2026 setelah tersingkir dari Liga Champions dan terancam gagal meraih trofi La Liga. Hingga pekan ke-34, raksasa Spanyol ini berada di posisi kedua dengan 77 poin, tertinggal 11 angka dari Barcelona.
Meskipun performa domestik musim ini menurun, tim yang bermarkas di Santiago Bernabeu tersebut tetap kokoh dalam daftar kolektor gelar liga terbanyak di Eropa. Seperti dikutip dari Bola yang melansir Planetfootball, posisi Los Blancos bahkan mengungguli tim besar seperti Manchester United, AC Milan, dan Paris Saint-Germain.
Sejarah mencatat Real Madrid telah mengumpulkan trofi liga sejak era 1930-an dan memiliki total gelar La Liga yang lebih banyak daripada gabungan semua klub Spanyol selain Barcelona. Namun, klub ini tercatat belum pernah lagi memenangi gelar La Liga secara berturut-turut dalam hampir 20 tahun terakhir.
Sosok pelatih terakhir yang mempersembahkan gelar liga beruntun bagi Real Madrid adalah Leo Beenhakker pada akhir tahun 1980-an. Uniknya, dalam kurun waktu 15 tahun ke belakang, Madrid justru mengoleksi lebih banyak trofi Liga Champions daripada gelar Liga Spanyol.
Selain Real Madrid, Bayern Munchen menjadi kekuatan yang sangat dominan di Jerman dengan memenangi 13 dari 14 gelar Bundesliga terakhir. Tim asuhan Vincent Kompany ini diprediksi segera menambah koleksi gelar domestik mereka yang ke-36 dan ke-37 karena situasi kompetisi domestik yang dinilai longgar.
Bayern Munchen memiliki jumlah trofi Bundesliga yang lebih banyak dibandingkan gabungan seluruh klub lain di Jerman. Dominasi ini sempat terganggu ketika Bayer Leverkusen yang dilatih Xabi Alonso merebut takhta juara, sebelum keadaan kembali normal pada musim berikutnya.
Sementara itu di Italia, Juventus tetap menjadi klub tersukses meskipun sempat terlempar ke Serie B pada tahun 2006 akibat skandal Calciopoli. Keberadaan Inter Milan dan AC Milan yang sempat mengambil alih takhta tidak bertahan lama setelah Si Nyonya Tua kembali ke kasta tertinggi.
Juventus kemudian memecahkan rekor dengan memenangi sembilan gelar Serie A secara beruntun untuk menegaskan dominasi Scudetto mereka. Kendati demikian, klub asal Turin ini sedang menghadapi masa kering prestasi karena sudah tidak pernah memenangi liga selama enam tahun terakhir.
Inter Milan kini muncul sebagai kekuatan dominan baru di Italia setelah berhasil mengunci gelar Scudetto yang ke-21 pada tahun 2026. Tim berjuluk Nerazzurri ini memastikan trofi juara musim ini saat kompetisi masih menyisakan tiga pertandingan lagi.
Pencapaian Inter Milan terbilang impresif dengan mengemas 26 kemenangan dari 35 laga yang telah berjalan. Catatan ini sekaligus mengubah reputasi tradisional klub yang dahulu sering dinilai selalu gagal mendekati garis finis di kompetisi Italia.
Sejarah kepelatihan Inter Milan juga mencatat momentum besar saat Jose Mourinho mempersembahkan gelar juara Liga Italia pada musim debutnya 2008/2009. Pada musim selanjutnya, pelatih asal Portugal itu membawa Inter meraih treble winners dengan menjuarai Liga Italia, Coppa Italia, dan Liga Champions.
Di sisi lain, Barcelona terus memangkas jarak jumlah trofi domestik dengan Real Madrid sejak penunjukan Pep Guardiola sebagai manajer pada tahun 2008. Sebelum era Guardiola, Barcelona tertinggal 13 gelar dari Madrid, namun kini selisih tersebut terpangkas menjadi delapan gelar.
Perkembangan signifikan dalam 18 tahun terakhir membuat Barcelona berpotensi mendekati atau bahkan menggulingkan dominasi domestik rival abadi mereka tersebut. Kemajuan ini didukung oleh generasi emas seperti Xavi dan Iniesta yang sempat membawa klub mengandaskan Juventus 3-1 di final Liga Champions 2015.