Real Madrid Incar Erling Haaland di Tengah Perombakan Manchester City

Share

Manajemen Manchester City mematok nilai transfer sebesar 220 juta Euro atau sekitar Rp 4,5 triliun untuk membendung potensi kepindahan penyerang Erling Haaland ke Real Madrid pada bursa transfer musim panas 2027.

Langkah tersebut diambil menyusul minat klub raksasa Spanyol yang terus memantau situasi bomber asal Norwegia itu di Etihad Stadium. Sikap waspada The Citizens menguat seiring pergeseran besar dalam komposisi skuad dan ketidakpastian internal tim.

Kekhawatiran klub asal Inggris itu dipicu oleh kepergian pelatih Pep Guardiola setelah mengabdi selama 10 tahun, serta hengkangnya sejumlah pemain veteran seperti Kevin De Bruyne, John Stones, dan Bernardo Silva. Selain itu, gelandang Rodri juga menyatakan keinginan pindah ke Barcelona yang telah mengajukan penawaran resmi senilai 60 juta Euro ditambah bonus.

Isu kepindahan ini kembali mencuat setelah pernyataan masa lalu dari ayah sang pemain kembali menjadi perbincangan publik.

"Haaland bahagia di City dan punya kontrak yang panjang. Tapi, setiap pemain pasti mau main buat Real Madrid," kata Alfie Haaland, ayah Erling Haaland.

Ia menilai situasi di industri sepak bola masa kini sangat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu.

"Mungkin, mungkin… apapun bisa terjadi di sepakbola. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi nanti, tapi sekarang Haaland di Inggris dan dia bahagia di sana," ujar Alfie Haaland.

Meskipun rumor semakin gencar berhembus, mantan penyerang Real Madrid memprediksi kepindahan tersebut sangat sulit terealisasi lantaran adanya sosok Kylian Mbappe di lini depan klub Spanyol itu.

"Selama mereka memiliki Mbappe, saya tidak bisa melihat mereka mengeluarkan uang sebanyak itu," kata Michael Owen, mantan penyerang Real Madrid.

Ia menyoroti skema taktik yang berpotensi rumit jika tim harus menyatukan dua bomber kelas dunia secara bersamaan dalam satu formasi.

"Orang-orang sudah mempertanyakan apakah Vini Junior dan Mbappe bisa bermain bersama karena Mbappe suka bermain agak ke kiri, itu sudah dipertanyakan. Jika yang ada adalah Mbappe dan Haaland, bagaimana Anda akan memasukkan keduanya? Apakah Anda akan memainkan Mbappe dari kiri?" ujar Michael Owen.

Menurutnya, klub asuhan Santiago Bernabeu itu harus memilih salah satu dari kedua penyerang top tersebut daripada memaksakan keduanya berada dalam skuad yang sama.

"Saya pikir itu salah satu atau yang lain, sejujurnya. Saya tidak berpikir Anda bisa memiliki dua penyerang tengah yang bisa dibilang terbaik di dunia, Mbappe dan Haaland. Secara pribadi, saya tidak berpikir Anda bisa memiliki mereka dalam skuad yang sama," tutur Michael Owen.

Ia mencontohkan kebijakan pengumpulan pemain bintang Real Madrid pada masa lalu yang tidak selalu berbuah manis di lapangan.

"Maksud saya, biayanya, lalu mencoba membuat itu berhasil… Saya kira Mbappe harus pergi agar itu bisa terjadi. Mereka sudah mencoba hal Galactico bertahun-tahun lalu, generasi saya. Hanya mengumpulkan pemain-pemain hebat belum tentu menjadi jawabannya," kata Michael Owen.

Di sisi lain, mantan bek Manchester City menilai posisi tawar klub Inggris tersebut masih sangat kuat dalam mempertahankan aset berharganya.

"Bahkan pemain dari Manchester, pemain dari Inggris, tertarik ke Real Madrid karena itu Real Madrid," kata Joleon Lescott, mantan bek Manchester City.

Ia menekankan bahwa harga pasar sang pemain serta statusnya sebagai pilar utama akan menjadi pertimbangan berat bagi manajemen sebelum mengambil keputusan.

"Tetapi terkait Galacticos, mereka memang merekrut pemain-pemain seperti itu, tetapi mereka tidak selalu membelinya, jadi itu harus menjadi salah satu faktor. Erling Haaland tidak akan murah, dan bisa dibilang dia adalah salah satu pemain terpenting dalam skuad Manchester City, jadi itu akan dipertimbangkan jika Manchester City memutuskan untuk menjualnya," ujar Joleon Lescott.

Ia menilai performa gemilang Haaland membuat Manchester City berada di atas angin dan tidak memiliki alasan untuk melepasnya dengan harga murah.

"Mereka tidak akan menjualnya karena dia tidak mencetak gol, jadi dia akan berada di puncak kemampuannya, di salah satu tim terbaik di dunia, dengan tim lain yang mencoba membelinya, dan rival di Liga Champions, jadi nilainya tidak akan kecil," tutur Joleon Lescott.

Ia menyimpulkan bahwa kubu Manchester City masih memegang kendali penuh atas masa depan penyerangnya.

"Terkait Erling Haaland, saya pikir klub berada dalam posisi yang sangat bagus untuk membuatnya tetap berada di sana dalam beberapa waktu ke depan," kata Joleon Lescott.

Erling Haaland saat ini masih terikat kontrak jangka panjang di Manchester City hingga tahun 2034. Penyerang berusia 25 tahun tersebut tercatat telah mencetak 112 gol dari 132 penampilan di Premier League sejak didatangkan pada 2022.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author