RANS Lepas 20 Persen Saham Melalui IPO di Bursa
PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) bersiap melepas maksimal 2,52 miliar saham baru melalui penawaran umum perdana (IPO) di Jakarta pada Selasa (23/6/2026). Langkah strategis ini setara dengan 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan. Dilansir dari Bloomberg Technoz, prospektus IPO menunjukkan keterlibatan sejumlah pesohor dan pejabat sebagai pemegang saham awal.
Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria, tercatat menguasai 345,25 juta saham atau 3,42 persen sebelum penawaran umum dilakukan. Kepemilikan saham Dony diproyeksikan menyusut menjadi 2,74 persen setelah pencatatan resmi. Sementara itu, putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, menggenggam 115,25 juta saham atau 1,14 persen, yang akan berkurang menjadi 0,91 persen pasca-IPO.
Pendiri perusahaan, Raffi Farid Ahmad, tetap memegang kendali mayoritas dengan menguasai 7,93 miliar saham atau sekitar 62,93 persen setelah melantai di bursa. Adapun Nagita Slavina Mariana Tenker mengapit 124,75 juta saham atau setara 0,99 persen.
Investor awal dari kalangan individu meliputi Soultan Ariq Rachman dengan porsi pasca-IPO 2,74 persen, Sutanto Hartono sebesar 1,14 persen, dan Hikmat Janika sebesar 0,68 persen. Terdapat pula investor institusi seperti PT Indonesia Entertainment Grup sebesar 7,23 persen. Perusahaan menetapkan harga penawaran awal pada rentang Rp135 hingga Rp170 per saham selama masa pembentukan harga (book building). Melalui skema tersebut, perseroan berpotensi menghimpun dana segar sebesar Rp340,87 miliar hingga Rp429,25 miliar dari publik.
Kapitalisasi pasar RANS diprediksi mencapai Rp1,7 triliun dengan asumsi harga pelaksanaan terendah. Nilai kapitalisasi ini dapat melonjak hingga Rp2,14 triliun jika saham berhasil terjual pada tingkat harga tertinggi sebesar Rp170 per saham. Manajemen mempercayakan posisi penjamin pelaksana emisi efek sekaligus administrator penawaran kepada PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM). Perusahaan hiburan berbasis hak kekayaan intelektual (IP) ini dipimpin oleh Nagita Slavina selaku President Director.