RANS Entertainment Bersiap IPO dan Rilis Daftar Pemegang Saham
PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia melalui penawaran umum perdana saham atau IPO pada 10 Juli 2026 demi menghimpun dana segar. Perusahaan hiburan yang bergerak di sektor consumer cyclicals ini menargetkan perolehan dana masyarakat hingga mencapai Rp429,25 miliar. Dilansir dari data e-IPO dan prospektus ringkas perseroan pada Selasa (23/6/2026), perusahaan milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina ini bakal melepas sebanyak 2,525 miliar saham baru.
Jumlah komoditas efek tersebut setara dengan 20,02 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan pasca-IPO. Manajemen RANS menetapkan harga penawaran awal pada kisaran Rp135 hingga Rp170 per lembar saham. Masa penawaran awal atau book building diperkirakan berlangsung mulai 23 Juni hingga 25 Juni 2026, di mana kapitalisasi pasar perseroan diproyeksikan dapat menyentuh angka Rp1,7 triliun hingga Rp2,14 triliun.
Struktur permodalan berdasarkan akta perseroan Nomor 2 Tahun 2026 menunjukkan Raffi Ahmad bertindak sebagai pemegang saham mayoritas terbesar. Ia menguasai kepemilikan sebesar 78,68 persen atau setara dengan 7,935 miliar lembar saham senilai Rp79,35 miliar.
Posisi pemegang saham terbesar berikutnya diisi oleh PT Indonesia Entertainmen Grup yang menggenggam modal sebanyak 911,5 juta lembar saham atau setara 9,04 persen. Diikuti oleh Soultan Ariq Rachman dengan kepemilikan 345,5 juta lembar saham atau setara dengan 3,43 persen. Chief Operating Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Dony Oskaria, juga tercatat memiliki saham RANS sebesar 3,42 persen atau setara 345,2 juta lembar. Sementara Wakil Direktur Utama PT Elang Mahkota Teknologi Tbk, Sutanto Hartono, mengantongi 144 juta lembar saham atau setara 1,43 persen.
Presiden Direktur RANS, Nagita Slavina Mariana Tengker, mempunyai bagian kepemilikan sebesar 1,24 persen atau setara 124,75 juta lembar saham. Selanjutnya, putra Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Kaesang Pangarep, memiliki kepemilikan modal sebesar 1,14 persen atau sebanyak 115,25 juta lembar saham. Sisa saham lainnya dipegang oleh Hikmat Janika sebesar 0,86 persen atau 86,25 juta lembar serta PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi yang menguasai 76,75 juta lembar saham. Dalam memuluskan aksi korporasi ini, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk telah ditunjuk resmi sebagai penjamin pelaksana emisi efek.