RANS Entertainment Catat Saham Perdana di BEI dan Bantah Isu Pencucian Uang
PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) resmi melaksanakan pencatatan perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 10 Juli 2026, sekaligus membantah isu miring terkait dugaan pencucian uang.
Perusahaan media dan hiburan yang didirikan oleh Raffi Ahmad dan Nagita Slavina ini berhasil menghimpun dana sebesar Rp429,25 miliar dengan melepas 2,525 miliar saham baru atau setara 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Pada perdagangan perdana, saham RANS langsung menyentuh Auto Reject Atas (ARA) setelah melonjak 34,12 persen ke posisi Rp228 per saham dari harga penawaran Rp170 per saham.
Komisaris Utama RANS, Darwin Cyril Noerhadi, menegaskan bahwa tudingan mengenai perseroan sebagai sarana pencucian uang menjelang penawaran saham perdana adalah hal yang sama sekali tidak berdasar.
"Peningkatan valuasi perusahaan didorong oleh kinerja bisnis serta investasi sebesar Rp248 miliar yang dikucurkan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) pada 2021," ujarnya, saat sesi press conference, Jumat (10/7).
Cyril mengonfirmasi bahwa saat EMTK masuk menjadi investor, nilai valuasi RANS telah menyentuh kisaran Rp1,3 triliun, sehingga pertumbuhan hingga mencapai kisaran Rp2 triliun saat ini dinilai wajar. Kepatuhan terhadap aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI, termasuk ketentuan minimum free float 15 persen dan transparansi pemegang saham di atas 1 persen, juga telah dipenuhi.
"Merupakan sebuah kehormatan bagi kami. Kehadiran Haji Isam bersama pengusaha dan investor lainnya yang memberikan kepercayaan kepada kami, menunjukkan bahwa RANS benar-benar serius dalam membangun perusahaan. Terima kasih," ujar Raffi.
Founder RANS, Raffi Ahmad, mengonfirmasi masuknya pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam sebagai salah satu pemegang saham dengan kepemilikan di atas satu persen, yang turut hadir dalam seremoni di Main Hall BEI dilansir Antara.
"Memang beliau (Haji Isam) bisa dilihat nanti juga karena dalam kepemilikan satu persen jelas. Dan iya beliau percaya kepada RANS, beliau percaya kepada saya, beliau menjadi mentor saya juga, salah satu mentor saya juga," ujar Raffi dalam konferensi pers seusai seremoni IPO RANS.
Meskipun demikian, laporan metrotvnews.com menyebutkan nama Haji Isam atau afiliasinya belum tercantum dalam daftar pemegang saham di atas satu persen yang dipublikasikan perseroan. Saat ini, kepemilikan mayoritas masih dipegang Raffi Ahmad sebesar 62,93 persen, disusul PT Indonesia Entertainmen Grup 7,23 persen, Soultan Ariq Rachman dan Dony Oskaria masing-masing 2,74 persen, Susanto Hartono 1,14 persen, Nagita Slavina 0,99 persen, serta Kaesang Pangarep 0,91 persen.
"Itu (kehadiran Haji Isam) adalah kehormatan juga buat kami, dan juga legitimate seorang Haji Isam. Dan nanti ada haji-haji yang lain, pengusaha-pengusaha investor yang lain yang percaya sama kita, itu menunjukkan RANS tidak main-main," ujar Raffi.
Raffi menambahkan, langkah go public ini diambil bukan semata-mata mencari pendanaan segar, melainkan demi keberlanjutan bisnis jangka panjang agar RANS dapat bertransformasi menjadi institusi yang dimiliki masyarakat luas.
"Visi saya cuma satu, RANS bisa menjadi sebuah legacy. Mulai hari ini RANS bukan hanya Raffi Ahmad dan Nagita Slavina lagi, tapi juga dimiliki oleh masyarakat," ujar Raffi.
Bisnis yang berawal dari garasi rumah pada tahun 2016 ini mendapatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) selama masa penawaran umum dari hampir satu juta investor, seperti dilaporkan Warta Ekonomi.
"Suatu saat nanti ketika saya dan Nagita sudah tidak ada lagi, saya ingin RANS tetap hidup dan menjadi manfaat untuk masyarakat," katanya.
Direktur Utama RANS, Nagita Slavina, menekankan pentingnya profesionalisme pengelolaan hak kekayaan intelektual (IP) agar potensi besar ekonomi kreatif di Indonesia dapat digarap secara berkelanjutan.
Perseroan telah merinci rencana penggunaan dana hasil IPO secara terukur untuk ekspansi berbagai lini bisnisnya. Alokasi dana tersebut meliputi Rp161,5 miliar untuk konser, Rp85 miliar guna mengakuisisi 51 persen saham PT Rans Kosmetika Indonesia, Rp80 miliar untuk wahana Cipungland, Rp35 miliar investasi kecerdasan buatan (AI) bersama PT Feedloop Global Teknologi, Rp29,95 miliar pelunasan kredit investasi, serta Rp37,8 miliar sebagai modal kerja PT Rans Nikmat Sejahtera.