Rangers Menang 1-0 atas Jagiellonia Lewat Gol Penalti Shankland

Share

Rangers mengalahkan Jagiellonia Bialystok dengan skor 1-0 pada laga leg kedua putaran ketiga kualifikasi Liga Europa di Stadion Ibrox, Glasgow, Kamis (13/8/2026) malam waktu setempat. Penyerang Lawrence Shankland mencetak gol tunggal kemenangan tuan rumah melalui titik putih. Hasil tersebut membuat agregat berubah menjadi setara 2-2 setelah klub Skotlandia itu sebelumnya menelan kekalahan 1-2 di Polandia pada leg pertama.

Pemenang dari duel babak kualifikasi ketiga ini dijadwalkan berhadapan dengan klub asal Georgia, Iberia 1999, pada fase play-off. Kemenangan di panggung Eropa diraih saat Rangers sedang berjuang keluar dari masa sulit di kompetisi domestik. Skuad asuhan Derek McInnes tersebut belum mencatatkan kemenangan dalam tiga pertandingan awal Liga Premier Skotlandia usai takluk 1-2 dari Hibernian dan imbang 1-1 melawan Dundee United.

Lini pertahanan dan penyerangan Rangers juga dihantam badai cedera pemain utama. Penyerang Youssef Chermiti dipastikan absen lama akibat cedera ACL dan dijadwalkan menjalani operasi di London, sementara bek kiri Tuur Rommens harus bersiap absen hingga delapan pekan menyusul Ben Godfrey yang lebih dulu masuk ruang perawatan.

Manajer Rangers Derek McInnes sempat menumpahkan kekecewaannya terkait krisis fisik yang menimpa barisan pemain utamanya jelang laga krusial tersebut. "Kami sangat kecewa dengan kabar cedera ACL Youssef Chermiti," ujar Derek McInnes, Manajer Rangers.

Situasi pelik pada kedalaman skuad diakui McInnes mendorong manajemen untuk aktif berburu pemain anyar di bursa transfer, termasuk memproses perekrutan penyerang sayap PSV Couhaib Driouech. "Saya tidak tahu pasti di mana dia berada saat ini. Kami telah dikaitkan dengan banyak pemain dan jelas yang satu itu mendapat sedikit momentum dan kami sudah cukup jauh memprosesnya," kata Derek McInnes.

Hasil buruk di kualifikasi maupun liga dianggap McInnes perlu segera diputus dengan hasil positif demi mengembalikan dorongan moral skuad serta para pendukung di Ibrox. "Kita semua bisa melakukannya dengan sebuah kemenangan," tutur Derek McInnes. Pelatih berusia 55 tahun tersebut menginstruksikan anak asuhnya untuk bermain dengan intensitas tinggi serta tidak ragu mengambil risiko saat membangun serangan.

"Tidak perlu dikatakan lagi betapa pentingnya bagi kami untuk mencoba dan menaikkannya besok. Kami ingin tekanan ada pada lawan, bukan pada diri kami sendiri," kata Derek McInnes.

Pengalaman atmosfer laga tandang di Polandia dinilai McInnes menjadi pelajaran berharga mengenai besarnya pengaruh dukungan suporter tuan rumah. "Anda melihat minggu lalu di Polandia, bagi mereka yang ada di sana, betapa pentingnya atmosfer bagi tim tuan rumah," ujar Derek McInnes. Dukungan penuh publik Glasgow di Stadion Ibrox diharapkan McInnes mampu memicu semangat para pemain baru yang mendominasi skuadnya musim ini.

"Ini tidak akan ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Rangers dan Ibrox saat berada di kapasitas penuh, jadi semoga kami bisa memberi penonton sesuatu untuk didukung besok, dan terserah kami untuk mencoba memberi mereka dorongan itu karena mereka sangat mendambakan sesuatu untuk didukung," tutur Derek McInnes.

Guna memperbaiki performa, tim pelatih melakukan evaluasi komprehensif melalui rekaman video laga leg pertama demi meminimalkan kesalahan fatal di lini belakang. "Kami ingin mencoba dan memberikan penampilan besar besok jika kami bisa," kata Derek McInnes.

McInnes optimis perbaikan disiplin pertahanan dapat membawa timnya mengamankan tiket kelolosan ke fase berikutnya. "Kami lebih suka tidak melewatinya; kami lebih suka memenangkan pertandingan pada hari Minggu, dan memenangkan pertandingan pada hari Minggu tidak berarti semuanya menyenangkan, tetapi pada saat yang sama saya pikir kita semua bisa melakukannya dengan sebuah kemenangan," ujar Derek McInnes.

Skema counter-press diterapkan untuk mematikan potensi serangan balik cepat Jagiellonia yang berpotensi membahayakan gawang tuan rumah. "Jelas kami memiliki pekerjaan yang harus dilakukan; Saya pikir duel ini seimbang," kata Derek McInnes. Ia mengakui gol-gol yang bersarang di gawang Rangers pada leg pertama tak lepas dari kelalaian pertahanan sendiri.

"Saya pikir kami layak di Polandia untuk waktu yang lama, tetapi kami harus memahami bahwa, seperti yang saya katakan minggu lalu, saya pikir kami berperan dalam kejatuhan kami sendiri dengan gol-gol yang kami terima," ujar Derek McInnes.

Keberhasilan di Eropa diharapkan menjadi momentum kebangkitan psikologis bagi seluruh elemen klub untuk mengarungi sisa musim 2026-2027. "Jika kami bisa memperketat sisi itu, saya merasa kami memiliki permainan dan performa untuk lolos dari kualifikasi ini," kata Derek McInnes. Kewaspadaan tetap dipasang lantaran lini depan Jagiellonia dihuni pemain-pemain berbahaya seperti Kajetan Szmyt yang mencetak dua gol pada pertemuan pertama.

"Jika kami bisa lolos dari kualifikasi ini, maka jelas semua orang mulai merasa sedikit lebih baik tentang diri mereka sendiri, tetapi itulah rencananya," tutur Derek McInnes.

Pemain-pemain anyar yang baru didatangkan disebut McInnes telah menunjukkan kerja keras dan motivasi tinggi saat menjalani sesi latihan. "Adalah tugas saya dan para pemain untuk menjaga diri kita tetap berjalan dan positif, dan ada banyak perekrutan baru di gedung ini, dan ada banyak pemain yang berlatih dan bermain dengan motivasi seperti yang seharusnya mereka lakukan di Rangers," kata Derek McInnes.

Kemenangan di leg kedua menjadi target mutlak demi mempermudah jalan menuju babak utama kompetisi Eropa. "Semoga kami bisa mendapatkan hasil besok malam, yang akan membantu," ujar Derek McInnes.

McInnes meminta para pemain depan untuk tampil lebih garang dan memenuhi area penalti lawan saat mendapat peluang. "Saya pikir kami pasti perlu memasukkan lebih banyak pemain ke dalam kotak penalti kadang-kadang," kata Derek McInnes. Instruksi khusus disiapkan lewat sesi analisis video agar para pemain tidak tampil terlalu pasif atau bermain aman.

"Kami mengadakan video pagi ini, dan kami membahas beberapa klip dari pertandingan minggu lalu dan hal-hal tertentu yang perlu kami komit untuk melakukan, dan saya pikir kami perlu bermain dengan sedikit lebih banyak risiko dengan permainan kami; kami harus kurang aman," tutur Derek McInnes.

Perubahan tempo pada babak kedua terbukti ampuh menciptakan sejumlah peluang matang hingga menghasilkan gol kemenangan. "Saya pikir kami terlalu aman untuk kesukaan saya, dan mencoba memaksakan masalah ini sedikit lebih banyak dan bermain dengan sedikit lebih banyak tempo," ujar Derek McInnes. McInnes menilai peningkatan pergerakan tanpa bola menjadi kunci sukses timnya membongkar pertahanan rapat tim tamu.

"Saya pikir tempo permainan kami jauh lebih baik di babak kedua dalam hal pergerakan kami di luar bola dan pergerakan dengan bola, dan kami menciptakan sejumlah peluang," kata Derek McInnes.

Sementara itu, pelatih Jagiellonia Bialystok Adrian Siemieniec mengakui tekanan atmosfer Ibrox, namun tetap mematok target mencetak gol balasan. "Kami tahu atmosfer di Glasgow akan berat, tetapi tim kami sudah membuktikan bisa mencetak gol penting. Fokus kami adalah mempertahankan keunggulan dan menyerang dengan efektif," ujar Adrian Siemieniec, Pelatih Jagiellonia Bialystok.

Sebelumnya pada leg pertama di Polandia, Jagiellonia mendominasi 54% penguasaan bola dan melepaskan 15 tembakan berbanding 10 tembakan dari Rangers. Pertandingan leg kedua di Glasgow dipimpin oleh perangkat pertandingan UEFA untuk menentukan tim yang berhak melaju ke babak play-off Liga Europa.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author