Raja Charles dan Pangeran William Ungkap Transparansi Pajak Pribadi

Share

Raja Charles dan Pangeran William untuk pertama kalinya mengungkapkan kewajiban pajak pribadi mereka sebagai upaya meningkatkan transparansi keuangan monarki Inggris, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz pada Kamis, 25 Juni 2026. Kepala negara Inggris tersebut secara sukarela membayar pajak penghasilan dan keuntungan modal sebesar 12,9 juta pound sterling (US$17 juta) untuk tahun pajak 2024–2025. Sementara itu, putranya, Pangeran William, membayar sebesar 7,76 juta pound sterling dengan tarif tertinggi atas seluruh pendapatan pribadinya pada periode yang sama.

Meskipun tarif pajak sang raja tidak diungkapkan oleh Istana Buckingham, laporan keuangan menunjukkan Raja Charles menerima dividen sebesar 26,5 juta pound sterling dari Duchy of Lancaster.

Tagihan pajak Raja Charles tercatat meningkat dari 11,7 juta pound sterling pada 2023–2024, sedangkan total pajak Pangeran William turun dari 8,34 juta pound sterling. Penjelasan mengenai prinsip sistem keuangan ini disampaikan langsung oleh pejabat keuangan kerajaan Inggris yang mengurusi kas negara.

"Meskipun keuangan kerajaan terkadang tampak rumit, pada prinsipnya sistem yang mendasarinya jelas, diatur oleh hukum, dan telah disempurnakan dari waktu ke waktu untuk memastikan bahwa raja dapat menjalankan tugasnya secara independen, akuntabel, dan demi kepentingan jangka panjang negara," kata James Chalmers, penjaga kas kerajaan (keeper of the privy purse). Aset Raja Charles mencakup kastel hingga dasar sungai, dengan pendanaan tugas resmi melalui Sovereign Grant yang bersumber dari laba Crown Estate termasuk kawasan belanja Regent Street.

Dana hibah bebas pajak tersebut akan dikurangi menjadi 99,9 juta pound sterling pada tahun depan dari sebelumnya 137,9 juta pound sterling karena rampungnya renovasi Istana Buckingham. Pendapatan raja juga dibantu oleh Duchy of Lancaster yang memiliki 40.000 acre lahan, sementara Pangeran William memperoleh dana serupa dari Duchy of Cornwall seluas 130.000 acre. Pernyataan resmi keuangan tahun ini sekaligus menegaskan mengenai perubahan fungsi dan masa depan dari penggunaan kediaman resmi mereka di London.

"Raja dan Ritu tidak akan menjadikan Istana Buckingham sebagai kediaman pribadi mereka," demikian bunyi pernyataan tersebut.

"Sesuai keinginan Yang Mulia, istana akan tetap menjadi pusat kegiatan seremonial kerajaan, tempat kerja utama Rumah Tangga Kerajaan, serta aset warisan nasional dengan peluang yang lebih besar untuk diakses publik," lanjut pernyataan tersebut. Pasangan kerajaan tersebut tetap menggunakan Clarence House sebagai kediaman mereka di London, di tengah pengawasan ketat setelah laporan National Audit Office mengenai pendapatan sewa pondok oleh Andrew Mountbatten-Windsor.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author