Qatar Hadapi Swiss pada Babak Penyisihan Grup B Piala Dunia 2026
Tim nasional Qatar dan Swiss menurunkan seluruh pemain terbaiknya dalam pertandingan kedua Grup B Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion Levi's, Amerika Serikat, pada Minggu waktu Indonesia Barat. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi kedua tim untuk mengamankan posisi puncak klasemen grup setelah laga antara Kanada melawan Bosnia-Herzegovina berakhir imbang dengan skor 1-1.
Dilansir dari antaranews.com, pelatih Qatar Julen Lopetegui menerapkan skema ofensif 4-3-3 dengan mengandalkan kreativitas Akram Afif, Edmilson Junior, dan Yusuf Abdurisag di lini serang. Sektor pertahanan dikawal oleh Boualem Khoukhi dan Pedro Miguel untuk melindungi penjaga gawang Mahmud Abunada.
Di kubu lawan, pelatih Swiss Murat Yakin memilih formasi taktis 3-4-3 dengan memercayakan posisi penjaga gawang kepada pemain Borussia Dortmund, Gregor Kobel. Lini belakang dipimpin oleh bek Manchester City Manuel Akanji, sementara Granit Xhaka bertindak sebagai jenderal lapangan tengah sekaligus kapten tim untuk menyuplai bola kepada penyerang utama Breel Embolo.
Berdasarkan data situs resmi FIFA yang dimuat antaranews.com, Qatar menggunakan susunan pemain Mahmud Abunada, Ayoub Al-Oui, Pedro Miguel, Boualem Khoukhi, Homam El Amin, Kassem Gaber, Assim Madibo, Issa Laye, Edmilson Junior, Akram Afif, dan Yusuf Abdurisag. Sementara Swiss menurunkan Gregor Kobel, Denis Zakaria, Manuel Akanji, Nico Elvedi, Michel Aebischer, Remo Freuler, Granit Xhaka, Ricardo Rodríguez, Dan Ndoye, Ruben Vargas, dan Breel Embolo.
Sebelumnya, laporan cnnindonesia.com menyebutkan bahwa Swiss meraih hasil kurang memuaskan setelah bermain imbang 1-1 melawan Australia pada laga uji coba terakhir tanggal 6 Juni lalu. Namun, catatan tersebut tidak menjadi tolok ukur mutlak mengingat Swiss berada di peringkat 20 besar ranking FIFA, sementara Qatar menempati posisi ke-56 dunia.
Pengamat sepak bola memberikan analisis beragam terkait jalannya pertandingan pertama bagi kedua tim di Grup B ini. Tim redaksi cnnindonesia.com memprediksi Swiss memiliki keunggulan materi pemain dan kualitas taktis yang lebih baik dibandingkan Qatar.
"Kekuatan Qatar tidak seperti ketika menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022." kata Abdul Susila.
Ia memprediksi performa Qatar sudah jauh menurun dibandingkan empat tahun lalu dan memperkirakan Swiss akan memenangkan laga dengan selisih dua hingga tiga gol.
"Swiss berpeluang menang di laga perdana kontra Qatar lantaran selain unggul dari materi pemain, ranking FIFA La Nati juga lebih baik dari Si Merah Marun." ujar Askar Fatih.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kemenangan Swiss kemungkinan akan diwarnai oleh drama di lapangan akibat potensi strategi mengulur waktu dari pemain Qatar.
"Pelatih Swiss, Murat Yakin, berpegang teguh pada ide bertahan dengan rapi dan solid mengingat pengalamannya selama aktif bermain." kata Nova Arifianto.
Ia menambahkan bahwa kemenangan besar Swiss atas Yordania pada laga uji tanding menjadi indikator kesiapan tim Eropa tersebut dalam menghadapi wakil Asia yang lolos lewat jalur kualifikasi yang panjang.
"Qatar langsung berjumpa lawan tersulit yang mungkin dihadapi di grup B." kata Juprianto Alexander.
Menurut analisanya, Qatar akan menerapkan pendekatan pragmatis dengan bertahan total dan mengandalkan serangan balik cepat sejak menit awal untuk meredam keunggulan kualitas yang dimiliki skuad Swiss.