PSSI Proses Naturalisasi Mitchell Baker dan Luke Vickery

Share

Ketua Umum PSSI Erick Thohir mempercepat proses naturalisasi dua pemain keturunan, Mitchell Baker dan Luke Vickery, untuk mengantisipasi krisis regenerasi serta memperkuat kedalaman skuad Timnas Indonesia menjelang laga FIFA Matchday melawan Mozambik di Jakarta.

Langkah strategis ini diambil karena sejumlah pilar andalan seperti Dean James, Eliano Reijnders, Miliano Jonathan, Jay Idzes, dan Mees Hilgers harus absen akibat cedera di tengah jadwal padat, termasuk persiapan ASEAN Championship 2026 dan Piala Asia 2027.

Dilansir dari Kompas.com, pasukan Merah Putih baru saja mencetak kemenangan bersejarah 3-0 atas Oman pada Jumat (5/6/2026), namun Erick Thohir mengingatkan para pemain untuk tidak cepat berpuas diri menghadapi pertandingan berikutnya.

"Ya pasti senang, tapi kan masih ada pertandingan lawan Mozambik. Ranking-nya juga di atas kita 100," ujar Erick Thohir.

Sembari mematangkan tim, PSSI terus mengawal dokumen legalitas Mitchell Baker yang bermain untuk Vermont Green FC dan Luke Vickery dari Macarthur FC yang saat ini sudah berada di Jakarta guna mengikuti pemusatan latihan.

"Ya mudah-mudahan kalau kedua pertandingan ini hasilnya baik, kan paling tidak peringkat FIFA-nya juga bisa lebih baik gitu," ucap Erick Thohir.

Erick menegaskan bahwa program penambahan pemain keturunan ini vital karena keterbatasan umur pesepak bola serta risiko cedera yang tidak diinginkan demi menjaga stabilitas performa tim nasional.

"Belum (selesai), nanti masih proses. Masih proses, masih proses. Sabar, sabar," kata Erick Thohir saat menjelaskan perkembangan dokumen administrasi kedua pemain.

Absennya sejumlah pemain muda berbakat seperti Marselino Ferdinan dan Miliano Jonathan membuat ketersediaan pelapis yang sepadan menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar oleh federasi.

"Seperti Milano Jonathan kan sampai sekarang belum bisa kembali merumput. Marselino yang kita harapkan bisa, usianya masih muda, belum bisa kembali. Terus juga kemarin Jay (Idzes) cedera, Mees Hilgers juga belum kembali," tutur Erick Thohir.

Berdasarkan laporan Thephrase.id dan Pojokpapua.id, PSSI kini tengah berkoordinasi intensif dengan pemerintah dan DPR agar berkas kewarganegaraan kedua talenta tersebut dapat segera diselesaikan sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

"Bismillah, segera suratnya keluar," tegas Erick Thohir.

Menurut Erick, tahapan yang dilewati saat ini sama seperti proses naturalisasi sebelumnya yang membutuhkan waktu guna mendapatkan persetujuan dari kementerian dan lembaga terkait.

"Ya, kita coba lakukan proses. Tentu ada proses-proses yang harus dilalui baik di pemerintah, di DPR, kita lakukan," beber Erick Thohir.

Proyeksi jangka panjang hingga tahun 2030 menjadi landasan utama kebijakan ini karena beberapa pemain andalan saat ini akan memasuki usia pensiun ketika Indonesia menatap target menuju Piala Dunia 2030.

"Sebelum-sebelumnya juga perlu waktu," ucap Erick Thohir.

Kendati gencar mendatangkan pemain keturunan, PSSI tetap berkomitmen mengembangkan kompetisi domestik dan turnamen usia muda seperti Elite Pro Academy serta Piala Soeratin untuk menjaring talenta lokal.

"Ya, tapi yang saya bilang memang kan beberapa pemain kalau kita tarik sampai 2030, might be beberapa pemain juga yang usianya nanti 38, 39, kan kita mesti isi kekosongan itu," ucap Erick Thohir.

Kolaborasi antara pemain lokal dari liga domestik dan pemain naturalisasi diharapkan menjadi formula terbaik untuk membangun kekuatan tim nasional yang kompetitif di level internasional.

"Tetapi juga kita harapkan dari liga lokal juga kontribusi pemain-pemain. Kan sekarang sudah mulai ada seperti Doni, atau yang U-19 kita lihat juga bisa kontribusi," papar Erick Thohir.

Erick Thohir menambahkan bahwa federasi membuka pintu lebar bagi semua pemain berkualitas demi memperkuat tim nasional dari segala arah.

"Ya kita coba dari segala arah, semua pemain bisa kita perkuat tim nasional kita," tandas Erick Thohir.

"Bismillah, segera suratnya keluar gitu. Ya, kami coba lakukan proses. Tentu ada proses-proses yang harus dilalui baik di pemerintah, di DPR, kami lakukan," kata Erick Thohir pada Senin (8/6/2026) seperti dikutip dari Pojokpapua.id.

Saat ini, fokus federasi tertuju pada penyelesaian administrasi kedua pemain muda tersebut di tengah bergulirnya agenda pemusatan latihan Timnas Indonesia di Jakarta.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author