PSIM Yogyakarta Edukasi Mahasiswa UGM Mengenai Manajemen Industri Olahraga

Share

Klub sepak bola PSIM Yogyakarta menggelar program PSIM Goes to Campus Chapter UGM Volume 2 di Auditorium Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada pada Minggu (17/5/2026). Kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai pengelolaan industri olahraga modern, khususnya terkait manajemen acara dan penggalangan dana.

Acara bertema 'Event and Fundraising' tersebut dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai fakultas, perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa, serta sejumlah komunitas kampus. Dilansir dari Bola, program ini menjadi wujud komitmen klub berjuluk Laskar Mataram tersebut dalam pengembangan sumber daya manusia.

Direktur Utama PSIM, Liana Tasno, hadir langsung sebagai pembicara utama untuk membagikan materi. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya pembentukan generasi muda yang memiliki kompetensi, keterampilan kuat, pendidikan, serta integritas tinggi untuk menghadapi dinamika karier profesional saat ini.

"Melihat dinamika saat ini, Indonesia membutuhkan lebih banyak profesional yang tidak hanya memiliki passion, tetapi juga purpose," ujar Liana Tasno, Direktur Utama PSIM.

Pihak manajemen klub menjelaskan bahwa kombinasi antara pola pikir kepemimpinan dan karakter yang kuat merupakan fondasi utama bagi kemajuan bangsa. Oleh karena itu, edukasi strategis seperti ini dinilai penting untuk mempersiapkan para mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja.

"Kita sungguh memerlukan individu dengan keterampilan dan pendidikan yang kuat, mindset kepemimpinan, serta integritas yang selalu dijunjung tinggi. Karena kemajuan bangsa dibangun oleh orang-orang yang kompeten dan berkarakter," lanjut Liana Tasno, Direktur Utama PSIM.

Pelaksanaan kegiatan ini juga didukung oleh sejumlah sponsor seperti Adem Sari, Plossa, Soffell, Rexona, Taro, Le Minerale, dan Vidio. Kerja sama ini diwujudkan melalui sesi interaksi langsung serta pembagian apresiasi berupa jersey PSIM musim 2025/2026 dan hadiah menarik kepada peserta yang aktif berdiskusi.

Dalam sesi diskusi mendalam, manajemen menjelaskan bahwa kemitraan strategis dalam sebuah acara melibatkan hubungan berkelanjutan yang lebih luas daripada sekadar pencarian dana. Pihak sponsor dinilai membeli aspek kepercayaan, audiens, komunitas, penuturan cerita, hingga asosiasi emosional dari sebuah program.

"Bila kita mendalami manajemen sebuah program secara utuh, dalam sebuah acara fundraising bukan hanya soal mencari sponsor atau dana. Demi menunjang target sasaran pihak sponsor sebenarnya membeli lima hal utama: Kepercayaan, audience, komunitas, storytelling, dan emotional association," kata Liana Tasno, Direktur Utama PSIM.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan ajakan kepada seluruh peserta untuk terus belajar secara konsisten demi menjadi tenaga profesional di masa depan. Manajemen berharap para mahasiswa dapat menerapkan prinsip bekerja dengan tujuan yang jelas sejak dini.

"Semoga setelah kita berbagi dan berdiskusi hari ini, kita tidak bosan untuk terus belajar menjadi seseorang yang benar-benar profesional di masa depan. Mari memulai hal itu dari sekarang. Kita tidak hanya bekerja dengan passion tapi juga purpose," tutup Liana Tasno, Direktur Utama PSIM.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author