PSIM Yogyakarta Ajak Suporter Hidupkan Gerakan Mataram Is Love
Direktur Utama PSIM Yogyakarta Liana Tasno mengajak seluruh komunitas suporter untuk menggaungkan kembali semangat persaudaraan melalui gerakan Mataram Is Love, Sabtu (4/7/2026).
Langkah ini menyusul kembalinya PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman untuk bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Super League 2026/2027, sebagaimana dilansir dari Bola.
Kehadiran dua klub asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di kompetisi elite tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sportivitas serta kebersamaan, sekaligus meredam rivalitas berlebihan.
"Komunitas suporter juga harus bisa membawa nilai-nilai positif. Dulu saya mendengar dari komunitas kita muncul ide Mataram Is Love. Itu menjadi contoh yang sangat baik," ujar Liana Tasno, Direktur Utama PSIM Yogyakarta.
Gerakan Mataram Is Love sempat menggelora saat Tragedi Kanjuruhan empat tahun lalu, tepatnya pada 4 Oktober 2022, ketika elemen pendukung Brajamusti mengajak suporter PSS dan Persis Solo menggelar doa bersama di Stadion Mandala Krida.
Aksi solidaritas untuk para korban Tragedi Kanjuruhan tersebut mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah setempat serta Polda DIY sebagai bukti bahwa rivalitas tetap bisa berjalan berdampingan dengan nilai kemanusiaan.
"Itu luar biasa sekali. Jangan sampai semangat seperti itu dilupakan. Apalagi sekarang PSS Sleman kembali satu kasta dengan PSIM. Kita harus terus saling mendukung satu sama lain," kata Liana Tasno, Direktur Utama PSIM Yogyakarta.
Di samping itu, keprihatinan juga muncul setelah Persis Solo dipastikan terdegradasi ke kasta kedua pada musim ini, yang membuat duel bertajuk Derby Mataram batal tersaji dalam Super League 2026/2027.
Padahal, pertandingan antara PSIM melawan Persis Solo selalu dinilai memiliki atmosfer yang besar dan daya tarik tersendiri bagi perkembangan sepak bola nasional karena sejarah kuat Laskar Sambernyawa sebagai salah satu pendiri PSSI.
"Saya pribadi benar-benar sedih melihat Persis Solo harus bermain di Liga 2. Persis adalah salah satu pendiri PSSI dan memiliki basis suporter luar biasa. Tentu saya berharap mereka bisa segera kembali ke kasta tertinggi," ucap Liana Tasno, Direktur Utama PSIM Yogyakarta.
Pihak manajemen PSIM kini berharap agar elemen pendukung Laskar Mataram bisa terus menjaga atmosfer positif ini demi kemajuan klub ke depan.
Segala keputusan serta pilihan yang diambil oleh kelompok pendukung diharapkan dapat bermuara pada kepentingan terbaik dan kemajuan positif bagi klub PSIM Yogyakarta.
"Siapa pun pemimpinnya atau apa pun pilihannya, yang terpenting semuanya untuk kebaikan PSIM secara positif. Itu yang saya harapkan," tegas Liana Tasno, Direktur Utama PSIM Yogyakarta.