PSG Pertahankan Gelar Liga Champions Usai Tekuk Arsenal Lewat Penalti

Share

Paris Saint-Germain (PSG) sukses mencetak sejarah dengan mempertahankan gelar juara Liga Champions secara beruntun setelah menundukkan Arsenal lewat babak adu penalti dengan skor 4-3 di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, pada Minggu, 31 Mei 2026 dini hari WIB.

Pertandingan final kompetisi elite Eropa tersebut terpaksa berlanjut ke babak tos-tosan setelah kedua tim bermain imbang dengan skor 1-1 sepanjang 120 menit laga berjalan.

Arsenal sebenarnya mampu unggul cepat pada menit kelima melalui sepakan keras Kai Havertz dari sudut sempit, memanfaatkan bola liar hasil sapuan Marquinhos yang membentur Leandro Trossard.

PSG baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-64 melalui eksekusi penalti Ousmane Dembele, setelah Khvicha Kvaratskhelia dijatuhkan oleh Cristhian Mosquera di area terlarang.

Pada babak adu penalti, empat eksekutor Les Parisiens yaitu Goncalo Ramos, Desire Doue, Achraf Hakimi, dan Lucas Beraldo berhasil menjalankan tugasnya, sementara hanya Nuno Mendes yang gagal.

Di kubu Arsenal, tendangan Eberechi Eze melenceng dan sepakan Gabriel Magalhaes melambung di atas mistar, sehingga memastikan kemenangan dramatis bagi tim asuhan Luis Enrique.

Kekalahan ini menjadi pil pahit bagi skuad Mikel Arteta yang tampil sangat defensif dengan mencatat penguasaan bola terendah di era sang pelatih, yakni hanya sebesar 24,7 persen menurut data Opta.

Seusai laga yang menguras fisik tersebut, gelandang muda PSG Joao Neves secara terbuka melontarkan kritik tajam terhadap taktik bertahan yang diterapkan oleh kubu lawan.

“Perasaan itu ada. Ini adalah kali kedua saya menjadi juara Eropa," ungkap Neves dikutip dari Goal English melalui laporan bola.kompas.com.

Pemain asal Portugal tersebut menyatakan bahwa kenyamanan berada di dalam skuad PSG menjadi salah satu faktor kunci yang membuatnya merasa sangat bahagia dengan pencapaian trofi musim ini.

"Bukan kemenangan itu sendiri yang membuat saya bahagia, tetapi bermain bersama rekan-rekan setim, staf, dan manajemen seperti ini."

"Datang ke sini adalah pilihan terbaik yang pernah saya buat dalam hidup saya. Saya menyukai segalanya di sini. Kami pantas mendapatkannya hari ini, karena PSG adalah satu-satunya yang ingin bermain,” lanjutnya.

Gelandang berusia 21 tahun itu juga memaparkan bahwa perjuangan untuk mempertahankan status penguasa Eropa pada musim ini jauh lebih berat daripada tahun sebelumnya.

"Tahun ini berbeda. Lebih sulit, lebih menguras fisik. Kami adalah juara Eropa, jadi kami mempertahankan gelar kami. Kami telah mencatat sejarah PSG," tegas sang pemain.

Wawancara analis pertandingan tersebut kemudian ditutup dengan momen perayaan penuh keakraban saat penasihat olahraga klub, Luis Campos, melompat ke punggung sang pemain.

"Kami semua senang. Saya ingin menikmatinya bersama rekan-rekan tem saya sekarang," tutup Neves.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author