PSG Berpeluang Catat Sejarah Juara Back to Back Liga Champions

Share

Paris Saint-Germain (PSG) berkesempatan besar untuk mengukir sejarah baru di kompetisi elite Eropa. Setelah meraih trofi Liga Champions pertama mereka pada musim lalu, Les Parisiens kini membidik gelar juara berturut-turut atau back to back. Klub ibu kota Prancis itu dipastikan kembali melaju ke partai puncak, seperti dikutip dari Bola.

Pada musim sebelumnya, PSG sukses mengangkat trofi tertinggi setelah menumbangkan Inter Milan dengan skor telak 5-0. Babak final kali ini mempertemukan PSG dengan Arsenal. Pertandingan penentu tersebut dijadwalkan berlangsung di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, pada Sabtu (30/5/2026).

Kemenangan dalam laga ini tidak hanya akan memupuskan harapan Arsenal yang mengincar gelar Liga Champions perdana mereka. PSG juga berpeluang masuk dalam kelompok klub elite yang mampu mempertahankan gelar juara Eropa.

Sejarah mencatat beberapa klub Eropa berhasil memenangkan kompetisi ini secara beruntun, baik saat masih bernama European Cup maupun setelah berganti menjadi Liga Champions. Berikut adalah deretan tim yang pernah meraih pencapaian tersebut. Real Madrid menjadi klub paling sukses dalam sejarah kompetisi ini. Klub asal Spanyol tersebut langsung mendominasi sejak edisi perdana European Cup pada musim 1955/1956 dengan mengalahkan Reims 4-3 di final.

Klub ibu kota Spanyol itu kemudian mempertahankan gelar tersebut selama empat musim berikutnya. Mereka mengalahkan Fiorentina pada 1956/1957, AC Milan pada 1957/1958, Reims pada 1958/1959, dan Eintracht Frankfurt pada 1959/1960. Keberhasilan serupa diulangi Real Madrid pada era modern. Los Blancos mencatat hattrick juara beruntun pada musim 2015/2016 hingga 2017/2018 dengan menumbangkan Atletico Madrid, Juventus, dan Liverpool di laga puncak.

Keberhasilan Benfica dan Inter Milan

Benfica menjadi tim kedua yang mampu meraih juara berturut-turut setelah era awal Real Madrid. Klub asal Portugal ini memenangkan European Cup pada musim 1960/1961 dan 1961/1962.

Dua gelar tersebut didapatkan Benfica setelah menaklukkan dua raksasa Spanyol. Mereka mengalahkan Barcelona 3-2 di Swiss, kemudian menumbangkan Real Madrid 5-3 di Amsterdam, Belanda.

Langkah ini diikuti oleh Inter Milan pada musim 1963/1964 dan 1964/1965. Rival sekota AC Milan itu meraih trofi setelah mengalahkan Real Madrid 3-1, dan mempertahankan gelar semusim berikutnya lewat kemenangan tipis 1-0 atas Benfica.

Hattrick Gelar Ajax dan Bayern Munchen

Ajax Amsterdam juga mencatatkan nama mereka dengan meraih tiga gelar beruntun. Raksasa Belanda ini memulai dominasi mereka pada musim 1970/1971 dengan mengalahkan Panathinaikos 2-0 di Stadion Wembley. Pada dua musim berikutnya, Ajax sukses mempertahankan takhta Eropa.

Mereka menundukkan Inter Milan 2-0 pada musim 1971/1972 dan menang tipis 1-0 atas Juventus pada musim 1972/1973. Bayern Munchen kemudian menyamai torehan Ajax dengan mencetak hattrick juara pada musim 1973/1974 hingga 1975/1976. Klub Jerman Barat tersebut sempat bermain imbang 1-1 dengan Atletico Madrid di final pertama musim 1973/1974, sebelum menang 4-0 pada laga ulangan.

Dominasi Bayern berlanjut pada musim 1974/1975 setelah mengalahkan Leeds United 2-0. Mereka melengkapinya dengan kemenangan 1-0 atas Saint-Etienne pada final musim 1975/1976.

Era Kejayaan Klub Inggris dan AC Milan

Liverpool mencatat sejarah dengan memenangkan dua trofi European Cup pertama mereka secara beruntun pada musim 1976/1977 dan 1977/1978. Klub Inggris yang total mengoleksi enam gelar ini mengalahkan Borussia Monchengladbach 3-1 dan Club Brugge 1-0. Kejutan besar kemudian dibuat oleh Nottingham Forest yang berhasil merebut takhta Eropa setelah era Liverpool.

Forest menjuarai kompetisi pada musim 1978/1979 dengan menang 1-0 atas Malmo FF. Nottingham Forest memastikan gelar back to back pada musim 1979/1980. Mereka mempertahankan trofi setelah menumbangkan klub Jerman, Hamburg SV, dengan skor akhir 1-0.

AC Milan menjadi tim terakhir yang tercatat melakukan back to back sebelum perubahan format kompetisi. Rossoneri mendominasi akhir dekade 1980-an, tepatnya pada musim 1988/1989 dan 1989/1990.

Gelar pertama diraih AC Milan setelah menang telak 4-0 atas Steaua Bucuresti di final. Semusim berselang, mereka memastikan status juara bertahan dengan mengalahkan Benfica lewat skor tipis 1-0 di partai puncak.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author