PSG Juara Liga Champions Diwarnai Kerusuhan Massa dan Penahanan di Paris
Kemenangan Paris Saint-Germain dalam final Liga Champions melawan Arsenal pada Sabtu (30/5/2026) malam WIB berujung pada kerusuhan besar di kota Paris yang mengakibatkan penahanan ratusan suporter oleh aparat kepolisian.
Dilansir dari Kompas.com, Kementerian Dalam Negeri Perancis melaporkan sebanyak 326 orang ditangkap di seluruh negeri, dengan 235 orang di antaranya ditahan di ibu kota Paris setelah ribuan pendukung turun ke jalan.
Pihak kepolisian Paris mengerahkan sekitar 22.000 personel di seluruh negeri, termasuk 8.000 polisi di Paris, demi mengantisipasi gangguan setelah insiden serupa pada kompetisi tahun lalu.
Kerusuhan tersebut menyebabkan kerusakan pada enam kendaraan, dua tempat usaha, serta sebuah halte bus di dekat kawasan Champs-Elysees, di mana sekitar 20.000 orang berkumpul merayakan kemenangan.
Selain itu, bentrokan antara petugas dan pendukung pecah di dekat stadion Parc des Princes ketika sekitar 150 orang mencoba menerobos gerbang masuk, sehingga polisi merespons dengan tembakan gas air mata.
Di dalam stadion, pesta juara dirayakan setelah Paris Saint-Germain mengalahkan Arsenal lewat adu penalti yang dramatis dengan skor 4-3 di Puskas Arena, Budapest, menyusul hasil imbang sepanjang 120 menit.
Arsenal sempat unggul cepat melalui gol Kai Havertz pada menit keenam sebelum PSG menyamakan kedudukan lewat penalti Ousmane Dembele akibat pelanggaran Cristhian Mosquera terhadap Khvicha Kvaratskhelia.
Kegagalan eksekusi penalti dari Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes di babak tos-tosan akhirnya membuyarkan mimpi klub asal London tersebut untuk meraih trofi Liga Champions pertama mereka.
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, mengungkapkan kekecewaan mendalam atas hasil akhir pertandingan yang memutus rekor tak terkalahkan timnya sepanjang kompetisi musim ini.
"Tentu saja kekalahan ini sulit diterima, karena Anda tampil konsisten sepanjang kompetisi sampai final dan akhirnya Anda harus kalah di adu penalti. Sini sulit sekali diterima," ujar Arteta seperti dikutip BBC Sport.
Kekalahan ini menjadi kegagalan kedua bagi Arsenal di partai final Liga Champions setelah hasil serupa yang mereka alami pada tahun 2006 silam.
Sementara itu, para pemain PSG dijadwalkan mengikuti parade kemenangan pada Minggu sore di Champs-de-Mars di depan Menara Eiffel sebelum diterima oleh Presiden Emmanuel Macron di Istana Elysee.