PSG Janjikan Bonus Melimpah Jelang Final Liga Champions

Share

Skuad Paris Saint-Germain (PSG) berkesempatan membawa pulang bonus besar senilai 1 juta euro atau sekitar Rp20,7 miliar per orang apabila mampu menumbangkan Arsenal dalam laga final Liga Champions di Puskas Arena, Budapest, Sabtu malam ini.

Suntikan finansial tersebut menjadi motivasi ekstra bagi raksasa Prancis yang datang dengan status juara bertahan, sebagaimana dilansir dari Bola yang mengutip laporan L'Equipe. Pembagian bonus ini menerapkan kebijakan baru yang digagas Direktur Olahraga Luis Campos, di mana seluruh pemain yang berkontribusi mendapatkan nominal setara tanpa memandang status bintang.

Sistem merata ini membuat pemain muda seperti Quentin Ndjantou akan menerima jumlah identik dengan pilar utama semacam Khvicha Kvaratskhelia, Desire Doue, dan Joao Neves. Di sisi lain, skema insentif masif ini sebenarnya sudah dirundingkan sejak awal musim oleh kelompok kepemimpinan tim yang berisikan Marquinhos, Achraf Hakimi, Ousmane Dembele, dan Vitinha.

"Bonus yang benar-benar besar hanya datang bersama trofi. Itulah budaya tim besar," kata sumber yang berbicara kepada L'Equipe.

Selain iming-iming dana besar untuk kompetisi Eropa, para pemain Les Parisiens juga mengamankan bonus domestik setelah mengunci gelar Ligue 1 ke-14 mereka musim ini. Jika sukses mengangkat trofi di Hongaria, PSG akan menjadi tim pertama yang mempertahankan gelar Liga Champions sejak Real Madrid melakukannya pada periode 2016 hingga 2018.

Kendati manajemen menjanjikan guyuran uang, pelatih Luis Enrique menegaskan bahwa esensi dari kompetisi itu sendiri sudah menjadi pembakar semangat terbesar bagi anak asuhnya.

"I rasa tidak ada motivasi yang lebih besar daripada memenangi Liga Champions," ujar Enrique sebelum pertandingan.

Mantan pelatih Barcelona tersebut kini membidik gelar juara Liga Champions ketiga sepanjang karier kepelatihannya. Ia memilih fokus pada aspek positif tim agar dapat menyajikan performa puncak dalam laga penentu tersebut.

"Kita akan melihat besok siapa yang lebih baik. Kami sama-sama menjuarai liga domestik masing-masing dan saya akan fokus pada hal-hal positif untuk tim saya, agar kami bisa menampilkan permainan terbaik," kata Enrique.

Pertandingan ini juga menjadi pembuktian konsistensi bagi PSG yang musim lalu berhasil meraih gelar Liga Champions perdana mereka setelah mengandaskan Inter Milan 5-0 di Munchen. Keberhasilan mencapai partai puncak secara beruntun dinilai Enrique sebagai penegasan posisi klub di level tertinggi sepak bola Eropa.

"Itu menjadi sumber motivasi bagi kami. Kami sudah tercatat dalam sejarah sebagai satu di antara tim terbaik di Eropa," ujar Enrique.

Skuad asuhan Luis Enrique melaju ke final musim ini setelah sebelumnya menyingkirkan tiga klub asal Inggris di fase gugur, yaitu Liverpool, Aston Villa, dan Arsenal. Pertemuan kembali dengan Arsenal di laga pamungkas menjadi kesempatan besar yang tidak ingin dilewatkan oleh sang pelatih.

"Tetapi itulah yang kami cari. Anda tidak pernah tahu kapan akan kembali bermain di final Liga Champions, jadi Anda harus memanfaatkan kesempatan itu sebaik mungkin," kata Enrique.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author