PSG Hadapi Aston Villa di Piala Super Eropa 2026

Share

Paris Saint-Germain akan menantang Aston Villa pada laga Piala Super Eropa 2026 di Red Bull Arena, Salzburg, Austria, Kamis (13/8/2026) pukul 02.00 WIB. Laga antarklub Eropa ini disiarkan secara live streaming eksklusif melalui platform Vidio.

PSG melangkah ke babak ini usai menuntaskan perlawanan Arsenal di final Liga Champions, sedangkan Aston Villa meraih tiket setelah menundukkan Freiburg di partai puncak Liga Europa. Pertandingan ini menjadi panggung adu taktik antara pelatih Luis Enrique di kubu PSG dan Unai Emery yang menukangi Aston Villa.

Dalam catatan UEFA, Aston Villa telah sembilan kali berhadapan dengan klub asal Prancis di kompetisi Eropa dengan mengantongi lima kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan. Khusus melawan PSG, klub asal Inggris tersebut mengemas satu kemenangan 3-2 pada April 2025 dan satu kekalahan 1-3 dari dua pertemuan di Liga Champions.

Gelandang PSG asal Portugal, Vitinha, menegaskan kesiapan timnya untuk tampil maksimal di laga ini meski memiliki waktu persiapan yang relatif singkat usai libur Piala Dunia.

"Saya baik-baik saja. Tahun lalu kami telah menunjukkan bahwa kami haus akan gelar. Kami ingin memenangkan lebih banyak gelar dan lebih banyak trofi.

Dan tahun ini tidak berbeda. Ini akan sulit, tetapi kami ingin memberikan yang terbaik untuk memenangkan lebih banyak lagi," kata Vitinha.

Pemain berusia 26 tahun tersebut menambahkan bahwa fokus seluruh anggota tim kini tertuju penuh pada pertandingan penentuan gelar tersebut.

"Tentu saja, kami tahu bahwa waktu persiapan agak singkat. Kami tidak bisa mendapatkan waktu istirahat dan persiapan seperti biasa. Saya rasa saya dan tim akan siap untuk laga hari Rabu. Kami akan memberikan yang terbaik untuk menang," kata Vitinha.

Ia menyinggung rekam jejak pertemuan dengan skuad asuhan Unai Emery yang selalu memberikan perlawanan sengit di lapangan.

"Kami semua mengenal Aston Villa, bahkan dengan dimulainya musim baru. Bermain melawan mereka selalu sulit. Saya masih ingat betul pertandingan kami melawan mereka di Liga Champions Eropa dua tahun lalu, saya mengingatnya dengan baik.

Itu sulit, terutama babak kedua. Kami menyadari betapa sulitnya laga hari Rabu, tetapi kami juga tahu bahwa Piala Super adalah pertandingan yang jarang bisa diikuti sepanjang karier seorang pemain," ujar Vitinha.

Terkait kondisi fisik para pemain usai agenda internasional, ia memastikan kesiapan mental seluruh pemain untuk mengamankan trofi.

"Kami telah mendapatkan waktu untuk beristirahat setelah Piala Dunia. Kami siap untuk menjalani pertandingan. Kami harus fokus sepenuhnya. Pikiran kami tertuju pada laga hari Rabu dan Piala Super ini," ucap Vitinha.

Di samping membicarakan laga, Vitinha turut memberikan pandangannya mengenai persaingan penghargaan pemain terbaik dunia tahun ini.

"Ada banyak pemain istimewa yang bisa memenangkan Ballon d'Or tahun ini," kata Vitinha.

Ia menilai rekan-rekan setimnya di PSG sangat layak masuk dalam bursa pemenang trofi individu tersebut.

"Bagi saya, saya rasa wajar jika gelar itu diraih oleh pemain Paris Saint-Germain, seperti Khvicha Kvaratskhelia setelah musimnya yang luar biasa di Liga Champions Eropa, atau Ousmane Dembele setelah musimnya yang istimewa, atau Fabian Ruiz yang memenangkan segalanya. Ada juga pemain istimewa lainnya yang menjalani musim yang luar biasa seperti Harry Kane dan Kylian Mbappe. Tidak diragukan lagi saya melewatkan beberapa nama, tetapi saya memilih pemain Paris," tutur Vitinha.

Laga ini juga mencatatkan sejarah baru di ranah korps baju hitam setelah UEFA menunjuk Omar Artan sebagai pengadil lapangan. Wasit berusia 34 tahun asal Somalia itu menjadi wasit Afrika pertama yang memimpin pertandingan Piala Super Eropa berdasarkan kerja sama UEFA dan CAF, setelah sebelumnya dideportasi otoritas AS saat hendak bertugas di Piala Dunia 2026.

Presiden CAF Patrice Motsepe menyambut positif penunjukan wasit terbaik Afrika tersebut untuk memimpin duel bergengsi ini.

"Ini adalah kehormatan besar bagi Omar Artan dan bagi para wasit Afrika," kata Patrice Motsepe.

Penunjukan tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi para pengadil lapangan muda di benua Afrika untuk terus berkembang di tingkat internasional.

"Saya percaya bila saya bisa sukses, siapa pun juga bisa. Jangan pernah berhenti bermimpi," kata Omar Artan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author