PSBS Biak Tunggak Gaji Pemain Empat Bulan Usai Degradasi

Share

Manajemen klub PSBS Biak belum membayarkan hak gaji para pemain dan staf selama empat bulan hingga kompetisi berakhir pada Sabtu (23/5/2026). Krisis finansial tersebut berdampak langsung pada performa tim yang akhirnya terdegradasi ke Liga 2, sebagaimana dilansir dari Bola.

Klub berjuluk Badai Pasifik ini menyudahi musim di dasar klasemen setelah hanya mengumpulkan 18 poin dari 34 pertandingan. Sepanjang kompetisi, tim asal Papua tersebut mencatatkan empat kemenangan, enam hasil imbang, dan 24 kekalahan.

Masalah keuangan yang berlarut-larut memaksa mayoritas pemain utama hengkang sebelum musim kompetisi selesai. Akibatnya, PSBS Biak terpaksa menurunkan para pemain muda dari akademi klub untuk menyelesaikan dua laga terakhir mereka.

Pemain asing PSBS Biak, Luquinhas, menyampaikan keluhannya terkait situasi internal yang dihadapi seluruh elemen tim. Penyerang sayap asal Brasil itu menuntut pertanggungjawaban dari pihak manajemen klub.

"Saya hanya berharap mereka memberikan apa yang mereka janjikan kepada kami sebelum musim dimulai. Setiap orang punya tanggung jawab kontrak," ujar Luquinhas, gelandang serang PSBS Biak.

Pemain berusia 29 tahun itu bergabung dengan PSBS Biak sejak 25 Juli 2025. Kendati kondisi internal klub sedang memburuk, ia mampu mencetak tujuh gol dan enam assist dari total 31 penampilan pada musim pertamanya di Indonesia.

"Kami berdoa kepada Tuhan agar menyelesaikan situasi ini secepat mungkin untuk klub, pemain, staf, setiap orang yang memberikan 100 persen untuk klub," lanjut Luquinhas, gelandang serang PSBS Biak.

Di balik keterpurukan yang dialami klubnya, Luquinhas menyatakan kekagumannya terhadap iklim kompetisi sepak bola di Indonesia. Ia menilai kompetisi kasta tertinggi ini memiliki kualitas persaingan yang sangat ketat.

"Ya, levelnya sangat tinggi. Sangat bagus. Ini musim pertama saya di sini dan waktu itu masih beradaptasi, awalnya memang sulit tetapi setelah itu saya mulai terbiasa," kata Luquinhas, gelandang serang PSBS Biak.

Mantan pemain Legia Warsawa tersebut optimistis sepak bola Indonesia memiliki masa depan yang cerah di tingkat regional. Ia berharap permasalahan yang menimpa klubnya tidak mengurangi perkembangan positif kompetisi secara keseluruhan.

"Sayangnya dengan klub keadaannya tidak berjalan dengan baik tetapi liganya terus berkembang dan saya rasa selangkah demi selangkah akan menjadi seperti liga yang paling top di Asia," sambung Luquinhas, gelandang serang PSBS Biak.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author