Analis Proyeksikan Nilai Tukar USD terhadap SGD Bergerak Fluktuatif

Share

Nilai tukar Dolar Amerika Serikat terhadap Dolar Singapura diproyeksikan bergerak fluktuatif dalam kisaran tenang pada Jumat, 22 Mei 2026, akibat pengaruh indeks Dolar AS, harga minyak, dan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Dinamika pasar global memicu pergerakan tersebut setelah mata uang ini sempat tertahan dalam fase konsolidasi.

Data Continuum Economics menunjukkan adanya koreksi tipis pada pasangan USD/SGD setelah sempat menguji titik tertinggi harian sejak 29 April 2026. Berdasarkan laporan pasar OCBC, indeks Singapore Dollar Nominal Effective Exchange Rate saat ini masih berada dalam posisi aman di atas garis tengah model pengukurannya.

Karakteristik volatilitas yang lebih rendah membuat mata uang Singapura bergerak relatif lebih stabil dibandingkan mata uang kawasan lain. Meski demikian, posisinya melebar hingga menyentuh kisaran Rp13.808 per Rabu, 20 Mei 2026 akibat perbedaan struktur ekonomi dengan Indonesia. Dari sisi fundamental, ketahanan ekonomi Singapura didukung oleh surplus transaksi berjalan sebesar 17 persen dari PDB sepanjang 2025 serta kepemilikan peringkat kredit AAA.

Analis OCBC memetakan indikator teknikal harian yang menunjukkan bahwa momentum kenaikan mulai mereda dengan Relative Strength Index yang mengalami penurunan. Pihak analis menjelaskan bahwa karakteristik pergerakan mata uang Singapura sangat dipengaruhi oleh dinamika pasar global dan pergerakan imbal hasil obligasi eksternal melalui laporan Mitrade.com.

"USD/SGD rose, tracking broader USDAXJs higher," kata Christopher Wong, analis OCBC.

Meskipun terdapat peluang pergerakan dua arah, bias utama perdagangan tetap diarahkan untuk melakukan penjualan saat terjadi lonjakan harga.

"Move reflects SGD’s lower beta characteristics but at the same time, SGD is not immune to external developments, including yields, oil and sentiments." ujar Christopher Wong, analis OCBC.

Penurunan momentum pelemahan harga pada grafik harian membuka peluang strategi perdagangan valuta asing jangka pendek bagi para pelaku pasar.

"Mild bearish momentum on daily chart is fading but rise in RSI moderated." cetus Christopher Wong, analis OCBC.

Berdasarkan analisis teknikal tersebut, batas resistan dan support terdekat telah dipetakan untuk menjadi acuan strategi perdagangan selama fase konsolidasi berlangsung.

"2-way trades still likely. Resistance at 1.2720/40 levels (21, DMA, 61.8% fibo retracement of 2026 low to high), 1.2770" tutur Christopher Wong, analis OCBC.

Rekomendasi taktis juga diberikan oleh analis untuk menganticipasi reli kenaikan harga dengan memanfaatkan batas bawah penahan harga yang ada.

"Support at 1.2650/60 levels (76.4% fibo), 1.2610 levels. Bias to sell rallies preferred." kata Christopher Wong, analis OCBC.

Berdasarkan pantauan pergerakan harga terbaru, pasangan mata uang ini dilaporkan tertahan pada level tertentu dalam perdagangan harian.

"USD/SGD diperjadangkan fluktuatif dalam kisaran yang tenang, mengikuti pergerakan USD, minyak, dan imbal hasil UST." kata Christopher Wong, analis OCBC.

Kondisi momentum bullish yang mulai melandai dibarengi dengan penurunan indikator kekuatan tren harian.

"Pasangan terakhir berada di sekitar level 1,2780." kata Christopher Wong, analis OCBC.

Area batas bawah penahan harga jangka panjang telah ditentukan berdasarkan kombinasi indikator rerata bergerak dan rasio Fibonacci.

"Momentum bullish ringan pada grafik harian menunjukkan tanda awal memudar sementara RSI menurun." kata Christopher Wong, analis OCBC.

Analisis terpisah mengenai pergerakan pasangan mata uang ini memunculkan pemulihan momentum ke atas pada indikator mingguan setelah sempat menyentuh level terendah baru.

"Perdagangan dua arah masih mungkin meskipun bias tetap untuk menjual saat reli." kata Christopher Wong, analis OCBC.

Di sisi lain, analisis dari United Overseas Bank menunjukkan adanya pemulihan momentum kenaikan mingguan setelah indikator Moving Average Convergence Divergence kembali bergerak ke wilayah positif.

"Area support di level 1,2720/60 (MA 21, 100 hari, Fibonacci retracement 61,8% dari rendah ke tinggi 2026) sebelum level 1,2650/70 (Fibonacci 76,4%)." kata Christopher Wong, analis OCBC.

Lembaga keuangan UOB mempertahankan sikap netral untuk pergerakan mata uang ini dalam jangka waktu satu hingga tiga minggu ke depan dengan estimasi perdagangan di rentang 1,2730 sampai 1,2820. Meskipun ruang penguatan lanjutan masih terbuka, pihak bank mengingatkan pelaku pasar mengenai keberadaan zona resistan kuat yang dibentuk oleh garis tren menurun dan Moving Average.

"Dua minggu lalu, USD/SGD menguji level 1,2660 saat turun ke level terendah 1,2653. MACD mingguan hanya sedikit menyentuh wilayah negatif, namun setelah rebound kuat minggu lalu, indikator ini kembali positif." kata Quek Ser Leang, analis UOB.

Zona teknikal penting di sekitar EMA 55-minggu tersebut tercatat sempat menahan laju pergerakan harga pada periode sebelumnya.

"Momentum ke atas mulai terbentuk, namun meskipun ada ruang bagi USD/SGD to naik lebih lanjut, perlu dicatat bahwa terdapat zona resistance signifikan antara 1,2880 dan 1,2900. Garis tren menurun yang menghubungkan puncak 1,3095 dan 1,2930 berada di 1,2880, sementara EMA 55-minggu saat ini berada di 1,2900." kata Quek Ser Leang, analis UOB.

Secara keseluruhan, proyeksi pergerakan mata uang dinilai akan tetap mendapat dukungan pasar yang luas selama tidak menembus batas bawah jangka pendek.

"Perlu dicatat bahwa USD/SGD menguji EMA 55-minggu pada akhir Maret, dengan puncak di 1,2930 lalu mundur." kata Quek Ser Leang, analis UOB.

Penembusan di atas zona batas atas dinilai akan memperkuat peluang kenaikan harga menuju level yang lebih tinggi.

"Secara keseluruhan, kami memprakirakan USD/SGD akan tetap didukung secara luas dari sini, with support utama tetap di 1,2660." kata Quek Ser Leang, analis UOB.

Peluang penguatan Dolar AS yang lebih tinggi terhadap Dolar Singapura akan terbuka apabila zona resistan utama berhasil ditembus oleh pasar.

"Namun, untuk mempertahankan momentum yang sedang terbentuk saat ini, USD/SGD sebaiknya tetap di atas support jangka pendek di 1,2735. Ke depan, penembusan di atas zona resistance akan secara signifikan meningkatkan kemungkinan pergerakan di atas 1,2930." kata Quek Ser Leang, analis UOB.

Data teknis terbaru menunjukkan potensi kenaikan lanjutan menuju area resistansi 1,2840 hingga 1,2860 sebelum munculnya tekanan jual baru. Batas support kini berada pada level 1,2750, di mana penembusan ke bawah level tersebut dapat membuka ruang koreksi menuju kisaran 1,2700 hingga 1,2667/50.

Dilansir dari Berita Satu, hingga April 2026, cadangan devisa Singapura mencapai lebih dari US$370 miliar, sementara Indonesia mencatatkan cadangan devisa sebesar US$152,5 miliar.

Daftar Batas Resistan dan Support USD/SGD per Mei 2026
Batas Resistan Nilai Keterangan Batas Support Nilai Keterangan
R4 1.2900 congestion S1 1.2750 congestion
R3 1.2860 Nov trendline S2 1.2700 congestion
R2 1.2840 200-day MA S3 1.2667 Apr low
R1 1.2823 29 Apr high S4 1.2650 7 May low
Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author