Profesor Jason Arday Mundur Setelah Penyelidikan Akademik di Cambridge

Share

Profesor sosiologi Jason Arday mengumumkan pengunduran dirinya dari Universitas Cambridge setelah munculnya penyelidikan terkait informasi baru mengenai kualifikasi akademik dan dugaan plagiarisme. Pengunduran diri ini berlaku langsung dan diumumkan melalui surat terbuka yang diterbitkan oleh Good Law Project, beberapa jam setelah Cambridge mengumumkan akan menyelidiki Arday. Arday, yang menjadi profesor kulit hitam termuda di Cambridge, dihadapkan pada tuduhan plagiarisme pada bagian disertasi doktoralnya serta materi yang muncul di jurnal ilmiah.

Selain itu, hubungan akademiknya dengan Universitas Glasgow dan Ohio State dipertanyakan setelah kedua institusi tersebut membantah adanya keterkaitan berkelanjutan dengan Arday.

Arday menyatakan bahwa ia telah menghadapi "tuduhan tanpa henti, spekulasi, dan komentar publik" yang "memberikan dampak mendalam pada dirinya dan orang-orang terdekatnya." "Saya berusaha bertahan karena saya sangat percaya pada nilai-nilai pendidikan tinggi, kajian ilmiah yang ketat, dan kekuatan transformasi universitas," ujar Arday.

Dia menambahkan bahwa upayanya juga didorong oleh dukungan dari mahasiswa, kolega, dan banyak orang yang merasa terinspirasi oleh perjalanan hidupnya. "Namun, ada titik di mana biaya pribadi menjadi terlalu berat," kata Arday.

Arday menjelaskan bahwa keputusan mundur diambil untuk mendapatkan ketenangan, privasi, dan kehidupan yang lebih biasa. "Keputusan ini bukan berarti saya kehilangan kepercayaan pada ilmu pengetahuan atau nilai-nilai yang membawa saya ke Cambridge, dan bukan juga pengakuan atas narasi negatif yang berkembang," imbuhnya. Arday berjanji bahwa ini bukan akhir dari kariernya dan ia akan kembali dengan semangat yang sama seperti sebelumnya.

Sebelumnya, Cambridge mengonfirmasi telah memulai penyelidikan menyusul informasi baru tentang kualifikasi akademik dan penghargaan kehormatan yang diterima Arday.

Universitas juga menanggapi adanya sejumlah pengaduan terkait dugaan pelanggaran akademik yang sedang ditangani sesuai kebijakan mereka. Masalah plagiarisme pada disertasi Arday sebelumnya telah diperiksa oleh universitas pemberi gelar, Liverpool John Moores University, yang menyatakan Arday tidak melakukan plagiarisme. Cambridge menyatakan mereka sadar akan komentar dan kekhawatiran publik terkait kasus ini dan menegaskan pentingnya proses yang adil sesuai kebijakan universitas dan hukum ketenagakerjaan.

Universitas juga mengakui kebutuhan memberikan dukungan kepada Arday sebagai individu yang terlibat dalam kasus ini.

Selain penyelidikan di Cambridge, Jesus College tempat Arday menjadi fellow juga melakukan pemeriksaan terpisah. Jurnalis Times Higher Education, Jack Grove, yang menyoroti tuduhan plagiarisme terhadap Arday, mengungkapkan ia menerima telepon dari Polisi Metropolitan yang memberitahu ada pengaduan terhadap Arday namun kasus itu telah ditutup.

Polisi memperingatkan Grove untuk tidak menghubungi Arday lagi karena hal itu berdampak pada kesehatan mental Arday. Polisi Metropolitan kemudian menyatakan akan mengevaluasi cara penanganan kasus serupa di masa mendatang setelah mendapat kritik dari berbagai pihak.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author