Prichard Colon Meninggal Dunia Usai 11 Tahun Mengalami Cedera Otak
Mantan petinju profesional Prichard Colon mengembuskan napas terakhir pada usia 33 tahun, Kamis (13/8/2026), setelah bertahan selama 11 tahun dari cedera otak parah yang didapatnya saat bertanding melawan Terrel Williams pada 2015.
Kabar duka tersebut disampaikan oleh ayahnya, Richard Colon, yang mengonfirmasi bahwa sang putra kini telah berpulang usai bertahun-tahun menjalani perawatan intensif akibat kerusakan saraf permanen.
Sebelum meninggal dunia, Richard mengungkapkan adanya satu keinginan pribadi milik Colon yang tidak sempat terwujud, yakni membawa sang mantan petinju pulang ke Puerto Riko untuk berlibur.
"Selamat pagi, masyarakatku. Saya menyesal harus mengabarkan kepulangan putra saya Prichard dari dunia fana ini. Dia kini berada di tempat yang lebih baik. Saya telah melakukan segalanya untuk memenuhi keinginannya, mimpinya untuk membawanya berlibur ke Puerto Riko seperti yang sangat dia inginkan, tetapi itu tidak bisa terwujud," kata Richard Colon, ayah Prichard Colon.
Puerto Riko memiliki ikatan historis mendalam bagi perjalanan karier Colon, mengingat ia pindah ke wilayah tersebut pada usia remaja demi mengejar impian menjadi petinju profesional hingga berhasil meraih lima gelar juara nasional amatir.
"Terima kasih atas kasih sayang dan doa selama bertahun-tahun. Sebisa mungkin, mohon tetap jadikan kami dalam doa-doa Anda," ujar Richard Colon, ayah Prichard Colon.
Kerusakan otak fatal yang dialami Colon terjadi akibat hantaman di bagian belakang kepala dalam duel melawan Williams pada 17 Oktober 2015, yang memicu hematoma subdural setebal 1,5 sentimeter dan membuat koma selama 221 hari.
Sejak keluar dari koma, Colon berada dalam kondisi vegetatif persisten tanpa kemampuan berbicara dan mengandalkan terapi fisik serta bantuan komputer untuk berkomunikasi hingga akhir hayatnya.