Presiden Prabowo Resmikan MOLINAS Dukung Industri Otomotif Nasional
Presiden Prabowo Subianto meresmikan peluncuran Motor Listrik Nasional (MOLINAS) beserta ekosistem pendukungnya di fasilitas produksi ALVA di Cikarang, Bekasi, guna memperkuat industri otomotif dan ketahanan energi nasional pada Agustus 2026.
Langkah ini diambil untuk mendorong mobilitas yang lebih terjangkau sekaligus meningkatkan nilai tambah industri dalam negeri. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, populasi kendaraan listrik di Indonesia telah mencapai 468.231 unit hingga April 2026, dengan kelompok kendaraan roda dua mendominasi sebanyak 242.909 unit dan kendaraan roda empat penumpang mencapai 223.100 unit.
Untuk mempercepat transisi energi, pemerintah menyesuaikan besaran subsidi pembelian motor listrik menjadi Rp5 juta per unit dari yang sebelumnya Rp7 juta. Bantuan ini ditujukan bagi Warga Negara Indonesia berusia minimal 17 tahun yang memiliki NIK e-KTP, dengan ketentuan satu NIK hanya berlaku untuk pembelian satu unit motor listrik yang memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri minimal 40 persen. Pengecekan kelayakan NIK dapat dilakukan secara mandiri melalui portal resmi SISAPIRA.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia mendorong pemerintah untuk terus memperkuat pengembangan industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai nasional demi mendukung dekarbonisasi dan pertumbuhan ekonomi.
"Dari sisi lingkungan kendaraan listrik tidak menghasilkan gas buang pada pengoperasiannya, emisi gas rumah kaca yang dihasilkan hanya berasal dari proses pembuatan komponen kendaraan dan bahan bakarnya, yakni listrik karenanya kita berharap produksi kendaraan listrik nasional akan terus meningkat baik secara kuantitas maupun kualitas agar merangsang masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik, apalagi Indonesia memiliki pasar yang besar," ujar Chusnunia, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI.
Chusnunia menekankan bahwa kemudahan regulasi dari pemerintah sangat penting agar produk kendaraan listrik nasional mampu bersaing dari segi harga maupun teknologi. Ia menambahkan bahwa tren pertumbuhan pasar kendaraan listrik kian positif di dalam negeri.
"Data menunjukkan bahwa pasar kendaraan listrik di Indonesia semakin menggeliat yang ditunjukkan dengan pertumbuhan penjualan pada semester I-2026 menunjukkan bahwa mobil elektrifikasi bukan lagi sekadar pilihan alternatif, melainkan mulai mengambil porsi besar dari pasar otomotif nasional," ujar Chusnunia, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI.
Penguatan industri pendukung juga mendapat dukungan dari pelaku usaha. Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor mengonfirmasi kesiapan industri komponen dalam negeri untuk menopang rencana produksi massal kendaraan nasional yang ditargetkan pemerintah paling lambat pada tahun 2028.