Presiden Iran Masoud Pezeshkian Tegaskan Tidak Akan Mengundurkan Diri
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa dirinya tidak berniat mengundurkan diri dan berkomitmen mempertahankan wilayah Iran di tengah situasi konflik yang terus memanas pada Selasa (4/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom. Pezeshkian menekankan pentingnya menjaga batas wilayah sekaligus menghindari perpanjangan pertempuran dengan pihak luar. "Konflik, baik di area sekitar, kota, negara, maupun antar negara, merupakan penyakit yang muncul," kata Masoud Pezeshkian, Presiden Iran.
Pezeshkian juga menyoroti pentingnya stabilitas internal untuk mencegah gangguan dari pihak asing.
"Kami akan mempertahankan perbatasan kami, namun kami tidak berniat memperluas perang ataupun melanjutkannya," kata Masoud Pezeshkian, Presiden Iran. Pemerintah Iran berfokus pada penguatan solidaritas masyarakat untuk menangkal potensi ancaman luar.
"Di tengah situasi ini, kita harus berupaya membangun masyarakat yang sehat, agar musuh tidak tergoda untuk menyusup, merusak tatanan sosial kita, dan menghancurkannya," kata Masoud Pezeshkian, Presiden Iran. Bantahan terkait rumor pengunduran diri disampaikan Pezeshkian menyusul spekulasi mengenai dinamika politik internal di Teheran.
"Kami berkoordinasi fully dengan pasukan militer. Saya tidak akan mundur, dan saya akan tetap teguh," kata Masoud Pezeshkian, Presiden Iran. Ia memastikan setiap keputusan resminya akan disampaikan secara langsung kepada publik. "Jika saya mundur, saya akan mengumumkannya secara resmi," kata Masoud Pezeshkian, Presiden Iran.
Pernyataan Pezeshkian muncul setelah rumor pengunduran dirinya beredar luas, termasuk laporan penyerahan surat pengunduran diri akibat ketegangan politik internal dengan kelompok garis keras dan kantor Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.
Di sisi lain, ketegangan militer Iran dengan Amerika Serikat dan Israel terus berlanjut sejak akhir Februari lalu, meskipun sempat diwarnai gencatan senjata singkat pada April. Meskipun pihak Amerika Serikat sempat menyatakan pembatalan rencana serangan militer, Teheran membantah adanya permintaan penundaan atau perundingan diplomatik yang sedang berlangsung. "Kami tidak sedang melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat," kata Esmaeil Baghaei, Jurubicara Kementerian Luar Negeri Iran.