Pre-sale Tiket Supergirl Tembus Top 5 Film Superhero Namun Kalah dari Marvel

Share

Film pahlawan super terbaru dari DC Studios, Supergirl, siap menyapa penonton di bioskop. Penjualan tiket pre-sale untuk film yang dibintangi oleh Milly Alcock ini menorehkan angka impresif dengan masuk daftar teratas dalam lima tahun terakhir.

Dilansir dari Detikcom, performa pemesanan tiket 24 jam pertama Supergirl mencatat hasil yang lebih unggul daripada The Marvels (2023). Namun, debut Milly Alcock di semesta DCU ini rupanya masih belum bisa melampaui catatan dua film besutan Marvel Studios.

Supergirl saat ini menempati peringkat keempat dalam daftar film pahlawan super dengan penjualan tiket pre-sale 24 jam pertama tertinggi di Amerika Serikat. Sepanjang periode awal tersebut, film yang disutradarai oleh Craig Gillespie ini sukses menjual sebanyak 110 ribu tiket.

Jika dibandingkan dengan Superman (2025) karya James Gunn, pencapaian ini terhitung memiliki selisih yang cukup besar. Superman mampu mencatatkan penjualan hingga 325 ribu tiket hanya dalam kurun waktu 24 jam pertama.

Hasil dari film Superman tersebut setara dengan USD 5 juta di box office, yang sekaligus menempatkannya di posisi puncak daftar. Tepat di atas Supergirl, terdapat film Thunderbolts* (2025) yang sukses memasarkan 160 ribu tiket pada hari pertama penjualan.

Posisi selanjutnya dihuni oleh Black Widow (2021) yang meraup pendapatan senilai USD 2,4 juta lewat penjualan 175 ribu tiket pre-sale dalam waktu 24 jam. Sementara itu, Supergirl sejauh ini baru mengantongi USD 1,75 juta atau sekitar Rp 31,7 miliar dari ceruk pre-sale.

Melihat ritme pemesanan ini, para analis industri memproyeksikan Supergirl akan mengumpulkan pendapatan sekitar USD 55 juta atau setara Rp 998 miliar pada pekan perdana penayangannya. Meski terlihat besar, para pengamat menilai proyeksi angka ini kurang menggembirakan.

Kekhawatiran tersebut muncul karena performa pekan pembuka ini serupa dengan apa yang dialami oleh film The Flash (2023). Kala itu, pendapatan pembukaan yang sama berujung pada kegagalan komersial di box office dan memicu kerugian besar bagi Warner Bros.

Kendati demikian, para penggemar dinilai masih bisa menaruh ekspektasi tinggi mengingat arah visi James Gunn yang menyegarkan DCU lewat film Superman. Supergirl sendiri diproduksi dengan anggaran sekitar USD 170 juta hingga USD 175 juta.

Biaya produksi tersebut tercatat jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan ongkos pembuatan The Flash yang menyentuh angka USD 200 juta. Dengan estimasi biaya itu, Supergirl diperkirakan membutuhkan pendapatan global sekitar USD 315 juta hingga USD 425 juta agar bisa mencapai titik balik modal.

Penonton di Indonesia dipastikan dapat menyaksikan film ini lebih awal. Supergirl dijadwalkan tayang di bioskop tanah air mulai 24 Juni 2026, atau dua hari lebih cepat daripada jadwal peluncurannya di Amerika Serikat.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author