Kekalahan Prancis atas Spanyol Warnai Akhir Era Didier Deschamps
Langkah tim nasional Prancis di Piala Dunia 2026 resmi terhenti setelah ditaklukkan Spanyol dengan skor 0-2 pada laga semifinal di Arlington, Texas, Selasa (14/7/2026). Hasil mengecewakan ini sekaligus menjadi akhir yang kurang memuaskan bagi kepemimpinan pelatih Didier Deschamps setelah menjabat selama 14 tahun.
Kekalahan skuad Les Bleus dipastikan melalui eksekusi penalti Mikel Oyarzabal pada menit ke-22 dan gol Pedro Porro pada menit ke-58. Sepanjang laga, lini depan Prancis gagal menunjukkan ketajaman setelah Michael Olise ditarik keluar pada menit ke-72 dan Kylian Mbappe terus mendapat kawalan ketat.
Di sisi lain, kemenangan ini membuat Spanyol memperpanjang rekor tidak terkalahkan mereka menjadi 37 pertandingan di semua kompetisi. Pencapaian luar biasa ini sekaligus menyamai rekor tak terkalahkan terpanjang bagi negara Eropa.
Pelatih tim nasional Spanyol, Luis de la Fuente, mengutarakan kebanggaannya atas dedikasi dan konsistensi taktik anak asuhnya sejak awal turnamen.
"Kami memulai hampir empat tahun lalu dengan sebuah ide dan kami telah setia pada ide itu dan itu membawa kami ke sini. Hari ini kami menghadapi salah satu tim nasional terbaik di dunia, tetapi di depan mereka ada tim terbaik di dunia. Itu berbeda," ujar Luis de la Fuente, Pelatih Spanyol.
Ia juga menambahkan bahwa para pemainnya layak mendapatkan apresiasi tertinggi atas komitmen dan talenta yang mereka tunjukkan.
"Para pemain ini layak mendapatkan segalanya – hari demi hari mereka telah menunjukkan komitmen mereka, solidaritas mereka, kedermawanan mereka, bakat mereka. Mereka membuat hal yang sulit terlihat mudah," kata Luis de la Fuente, Pelatih Spanyol.
Sementara itu, kekecewaan mendalam menyelimuti kubu Prancis akibat kegagalan mereka menyajikan performa teknis terbaik di fase krusial ini.
"Para pemain sangat terpukul karena kami memiliki ambisi yang tinggi, meskipun kami harus mengakui bahwa hari ini kami berada satu tingkat di bawah level teknis kami yang biasa, menghadapi tim yang benar-benar menguasai permainan," ujar Didier Deschamps, Pelatih Prancis.
Ia juga mengakui adanya sejumlah kesalahan elementer dari skuad asuhannya yang berujung pada kegagalan memaksimalkan peluang.
"Ini terutama adalah kesalahan kami sendiri. Kami kurang maksimal dan tidak seberbahaya biasanya dalam menyerang, membuat beberapa kesalahan teknis pada operan yang mungkin bisa menghasilkan peluang mencetak gol. Itulah kenyataan di level elit, meskipun itu menyakitkan," kata Didier Deschamps, Pelatih Prancis.