Prancis Bersiap Hadapi Swedia di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Share

Tim nasional Prancis bersiap menghadapi tantangan Swedia dalam pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey pada Selasa, 30 Juni 2026. Skuad asuhan Didier Deschamps melaju ke fase gugur setelah menyapu bersih fase grup dengan poin sempurna dari tiga kemenangan.

Prancis memiliki catatan impresif dengan mencetak 10 gol sepanjang fase grup. Berdasarkan data statistik dari Opta, Les Bleus diunggulkan memenangkan pertandingan ini dengan peluang mencapai 75,1 persen dalam simulasi pra-pertandingan.

Pelatih kepala Prancis, Didier Deschamps, menegaskan bahwa timnya akan mempertahankan gaya permainan menyerang yang agresif. Deschamps juga baru kembali mendampingi tim setelah masa berkabung atas meninggalnya sang ibu minggu lalu.

"We have a capacity for danger, and I want us to keep it." ujar Didier Deschamps, Pelatih Prancis.

Deschamps menambahkan bahwa status favorit yang disematkan kepada Prancis tidak memudar setelah performa di fase grup. Namun, ia mengingatkan anak asuhnya untuk tetap fokus karena fase gugur merupakan kompetisi yang baru.

"We’ve been labelled as favourites before and, after what we did in the last three matches, that hasn’t gone away," kata Didier Deschamps, Pelatih Prancis.

Ia juga menilai Swedia sebagai tim solid dengan lini serang berkualitas tinggi yang bermain di klub-klub besar Eropa.

"But it’s back to square one now. We’re preparing for a competition within the competition. We have to face a team who have nothing to lose and can give us some problems. We are confident, not overconfident, but in terms of intentions we will look to continue what we managed in the group." ucap Didier Deschamps, Pelatih Prancis.

Meskipun lini pertahanan Prancis sempat mendapat sorotan karena memberikan ruang bagi lawan, Deschamps meyakini efisiensi tanpa bola menjadi kunci utama.

"We scored 10 goals in the group stage and we could have scored more. We did concede too many goalscoring opportunities too and I imagine some will wonder: can we manage like this? But we did so four years ago and other teams are doing the same.

When we have the ball we don’t have a problem, when we don’t have possession we’re going to have to be efficient. But we have a capacity to generate danger, which is a strength, and I want us to keep it." kata Didier Deschamps, Pelatih Prancis.

Terkait penolakan FIFA terhadap permintaan tim untuk mengenakan ban lengan hitam sebagai tanda duka, Deschamps mengaku tidak mempermasalahkannya.

"didn’t change a lot for me, to be honest" ujar Didier Deschamps, Pelatih Prancis.

Deschamps merasa dukungan moril langsung dari para pemain dan staf sudah lebih dari cukup.

"I didn’t need it," kata Didier Deschamps, Pelatih Prancis.

Ia menegaskan pesan-pesan emosional dari tim sangat menyentuh hatinya selama masa sulit tersebut.

"With what the players and staff members did and all the messages I received, I didn’t need a sign, I already had enough." ucap Didier Deschamps, Pelatih Prancis.

Deschamps juga memuji kekuatan fisik serta skema bola mati yang dimiliki oleh skuad Skandinavia tersebut.

"They are very physical with good capabilities and in the attacking line there is a lot of quality," kata Didier Deschamps, Pelatih Prancis.

Ia mengingatkan bahwa transisi cepat dari tiga penyerang Swedia dapat menyulitkan barisan pertahanan timnya.

"They have two good players in the midfield, there are set pieces and long throw-ins. They’re a solid team, then look at the three attackers. They are very good players and play in big clubs." ujar Didier Deschamps, Pelatih Prancis.

Mengenai kondisi bek andalannya, William Saliba, Deschamps memastikan manajemen cedera punggung sang pemain berjalan dengan baik.

"Everything is organised so that he only has to do what he should," kata Didier Deschamps, Pelatih Prancis.

Deschamps menyatakan tidak ragu menurunkan Saliba meski kondisinya belum sepenuhnya bugar total.

"He’s not at 100% but if he’s at 99%, all is good." ucap Didier Deschamps, Pelatih Prancis.

Dilansir dari Antara, Deschamps juga menyampaikan pandangannya mengenai mentalitas tim di fase gugur ini.

"Berdasarkan performa kami dalam tiga pertandingan sejauh ini (tiga kemenangan), saya rasa pandangan itu tidak berubah. Tujuan kami adalah tetap percaya diri. Sekarang kami memasuki fase baru," kata Didier Deschamps, Pelatih Prancis.

Ia menegaskan tidak ada ruang bagi rasa takut meskipun tidak ada kesempatan kedua di babak ini.

"Sekarang tidak ada kesempatan kedua, tetapi itu bukan berarti kami harus bermain dengan rasa takut atau menahan diri," ujar Didier Deschamps, Pelatih Prancis.

Gelandang Prancis, Adrien Rabiot, menyatakan bahwa seluruh anggota tim bersatu untuk memberikan hasil terbaik bagi sang pelatih.

"When he announced the passing of his mother … it was a shock," kata Adrien Rabiot, Gelandang Prancis.

Rabiot memahami situasi duka yang dialami Deschamps di tengah ketatnya turnamen akbar ini.

"I don’t think it’s so easy to have to grieve in these conditions, but this is football, we have the World Cup and it’s the way it is. He came back with willpower to go as far as possible. We are united, we know what he’s going through, and we will try to give him something to rejoice over, it’s the least we can do." ucap Adrien Rabiot, Gelandang Prancis.

Ia juga menambahkan bahwa tim harus tetap waspada dan tidak boleh jemawa karena status unggulan.

"Saya rasa sejauh ini kami berhasil melakukannya dengan baik karena kami sebenarnya bisa saja terlena. Misalnya ketika menghadapi Irak (menang 3-0), banyak yang mengira akan ada jurang perbedaan kualitas yang sangat besar, tetapi kenyataannya tidak seperti itu," ujar Adrien Rabiot, Gelandang Prancis.

Di kubu lawan, pelatih kepala Swedia, Graham Potter, mengakui besarnya tantangan yang dihadapi timnya saat bersua salah satu kekuatan terbesar dunia.

"play the game of our lives" kata Graham Potter, Pelatih Swedia.

Potter memuji kedalaman skuad Prancis yang merata di setiap lini permainan.

"They’ve got quality all over, from the start or off the bench," ucap Graham Potter, Pelatih Swedia.

Ia menyebut laga ini sebagai kesempatan emas bagi perkembangan skuadnya yang mengedepankan kebersamaan tim.

"We have full respect for the opponent, for the quality of the individuals that are on the team, what they’ve achieved, the fact they have a fantastic manager. So we know the exciting challenge that awaits us. We have to play the game of our lives, clearly, but the boys are in a really good place." kata Graham Potter, Pelatih Swedia.

Potter menegaskan posisi Swedia saat ini merupakan sebuah pencapaian besar yang disyukuri seluruh tim.

"If we’re honest, where we are now compared to where we were, it’s a huge opportunity," ujar Graham Potter, Pelatih Swedia.

Ia menambahkan rasa antusiasme tinggi menyelimuti timnya menjelang bentrokan sengit tersebut.

"This team has already given me some amazing memories that I will always be grateful for. Our biggest strength is our togetherness and we’re just fighting every day to keep improving. We’re playing one of the biggest teams in the world and for me the feeling is just one of excitement." kata Graham Potter, Pelatih Swedia.

Pertandingan ini dipimpin oleh wasit senior asal Belanda, Danny Makkelie, dibantu oleh asisten Hessel Steegstra dan Jan de Vries.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author