Prancis Sesali Keputusan Ayyoub Bouaddi Bela Timnas Maroko

Share

Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) menyesali keputusan gelandang berusia 18 tahun, Ayyoub Bouaddi, yang memilih membela tim nasional Maroko setelah sempat memperkuat berbagai kelompok umur tim dinamid Prancis.

Kekecewaan tersebut muncul setelah Bouaddi tampil impresif bersama Maroko sejak laga perdana melawan Brasil di turnamen internasional, menyusul perpindahan kewarganegaraannya pada Mei lalu.

Direktur Teknis Nasional FFF, Hubert Fournier, mengungkapkan bahwa Bouaddi merupakan salah satu talenta terbaik yang telah dipantau oleh pihak Prancis selama bertahun-tahun dalam wawancaranya kepada surat kabar The Athletic.

"Bouaddi adalah talenta luar biasa di kelompok usianya, dan kami sangat memahami kemampuannya. Kehilangannya merupakan pukulan berat bagi Federasi Sepak Bola Prancis, namun pada akhirnya keputusan itu adalah keputusan pribadinya." ujar Hubert Fournier, Direktur Teknis Nasional Federasi Sepak Bola Prancis.

Fournier menjelaskan bahwa Bouaddi telah melewati seluruh tahapan pengembangan di tim nasional junior Prancis, termasuk menghabiskan satu setengah tahun bersama tim U-21 dan masuk daftar perluasan tim senior.

Namun, staf pelatih timnas Prancis belum siap membawanya ke Piala Dunia karena pelatih Didier Deschamps menilai sang pemain belum siap bersaing di skuad utama Les Bleus.

"Menjelang Piala Dunia, Deschamps memutuskan untuk tidak memanggilnya, sementara Maroko memberinya kesempatan untuk berpartisipasi dalam turnamen tersebut. Saya memahami sudut pandangnya dan pilihannya." kata Hubert Fournier, Direktur Teknis Nasional Federasi Sepak Bola Prancis.

Sebelumnya, Bouaddi tercatat memiliki rekam jejak bermain dalam 8 pertandingan bersama Prancis U-16, 5 pertandingan di U-17, 3 pertandingan di U-18, satu pertandingan di U-20, serta 10 laga bersama tim U-21 sejak November 2024 hingga Maret 2026.

Saat mengumumkan keputusannya untuk berpindah ke timnas Maroko, Bouaddi menyatakan bahwa langkah ini tidak mengurangi rasa hormat serta kebanggaannya atas masa-masa yang telah ia lalui bersama tim nasional Prancis.

"Saya bangga mengenakan seragam Prancis di level junior, dan saya akan selalu bangga dengan budaya ganda serta akar saya." kata Ayyoub Bouaddi, Pemain Timnas Maroko.

Berdasarkan laporan The Athletic, Federasi Sepak Bola Maroko melakukan pendekatan intensif termasuk menemui keluarga Bouaddi agar sang pemain bersedia membela tim Singa Atlas sebelum Piala Dunia dimulai.

Bouaddi awalnya sempat condong memilih Prancis setelah berkomunikasi dengan Zinedine Zidane yang menjadi kandidat kuat pengganti Deschamps, namun Zidane tidak bisa memberi jaminan posisi di tim senior sehingga Bouaddi akhirnya memilih Maroko.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author