Timnas Prancis Bersiap Hadapi Senegal pada Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Share

Tim nasional Prancis dijadwalkan menghadapi Senegal dalam pertandingan babak penyisihan Grup I Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat, pada Rabu (17/6) pukul 02.00 WIB.

Pertemuan ini menjadi laga perdana bagi kedua tim sekaligus mengulang memori sejarah Piala Dunia 2002 silam, saat Senegal berhasil menumbangkan Prancis dengan skor tipis 1-0 melalui gol tunggal Papa Bouba Diop.

Prancis besutan Didier Deschamps yang diunggulkan sebagai kandidat juara datang dengan komposisi skuad mewah, sementara Senegal mengandalkan kolektivitas tim serta kedekatan emosional para pemainnya yang mayoritas berkarier di kompetisi Eropa.

Menjelang pertandingan penting tersebut, terjadi perubahan dalam sesi jumpa pers tim Prancis karena kapten utama mereka, Kylian Mbappe, dipastikan absen dan posisinya digantikan oleh wakil kapten N'Golo Kante.

Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil oleh Deschamps demi menjaga kondisi kebugaran sang penyerang Real Madrid agar tidak menghabiskan waktu terlalu lama di perjalanan menuju lokasi konferensi pers.

Di kubu lawan, pelatih Senegal Bab Thiaw menghadapi tantangan non-teknis setelah suporter tradisional mereka dipastikan absen langsung di stadion akibat adanya pembatasan serta kebijakan visa ketat dari pemerintah Amerika Serikat.

Thiaw kemudian melayangkan seruan terbuka kepada komunitas diaspora Senegal yang berada di kawasan Amerika Utara, seperti Manhattan, Chicago, dan Montreal, untuk datang memenuhi stadion demi memberikan dukungan moril.

"Ini adalah masalah politik, dan secara umum lebih baik kita fokus pada olahraga, tetapi tentu saja, kami ingin para pendukung kami berada di sini bersama kami. Mereka mendorong kami maju, terutama di saat-saat sulit, tetapi mereka tidak akan berada di sini bersama kami," kata Bab Thiaw, Pelatih Senegal.

Thiaw meyakini bahwa kehadiran para ekspatriat di tribun penonton akan mampu memberikan atmosfer luar biasa dan menghadirkan energi positif yang sangat dibutuhkan oleh pasukannya.

"Kami memiliki komunitas Senegal yang besar di sini, dan kami tahu bahwa orang-orang Senegal sangat patriotik. Mereka mencintai tim nasional mereka. Anda akan melihatnya besok, dan Anda tidak akan percaya bahwa tidak ada orang Senegal yang datang langsung dari Senegal. Mereka melakukan hal-hal yang sangat baik di sini, dan saya yakin besok kami akan memiliki penggemar dan pendukung Senegal bersama kami, dan mereka akan mendukung kami," ujar Bab Thiaw, Pelatih Senegal.

Ia juga menegaskan bahwa tim berjuluk Singa Teranga tersebut memiliki kesiapan penuh serta strategi khusus untuk meredam agresivitas para pemain bintang Prancis demi mengamankan poin di laga perdana.

"Reguler pertandingan akan menjadi sulit dengan adanya pemain-pemain kuat di Prancis. Kami tahu betapa pentingnya memulai turnamen dengan baik. Penting untuk membangun kepercayaan diri sejak awal dan membantu memperkuat semangat tim.

Kami menyadari hal itu, dan ini tidak akan mudah, tetapi kami siap dan siap menghadapi tim ini. Kami memiliki senjata kami sendiri, dan kami bisa mengalahkan tim mana pun jika kami melakukan hal-hal dengan benar," tutur Bab Thiaw, Pelatih Senegal.

Faktor kedekatan kultur juga dirasakan oleh staf medis Senegal, Christophe Dormoy, yang menyebutkan bahwa pertandingan melawan Les Bleus memicu ikatan emosional yang kuat bagi internal timnya.

"Nombre d’entre nous sont nés là-bas, ont évolué dans des équipes de jeunes françaises, ou jouent et travaillent dans l’Hexagone. On s’est tous contactés au moment où l’on a appris que nous allions jouer contre l’équipe de France. Cette rencontre aura une saveur particulière," ungkap Christophe Dormoy, Fisioterapis Timnas Senegal.

Dormoy menambahkan bahwa fokus utama tim medis saat ini adalah memastikan seluruh kebutuhan fisik dan mental para pemain terpenuhi secara detail selama turnamen berlangsung.

"Nous sommes avec les membres de l’équipe 24 heures sur 24. Nous nous occupons de la préparation du matériel, de la préparation physique, mais aussi de l’aspect mental," ucap Christophe Dormoy, Fisioterapis Timnas Senegal.

Menurut Dormoy, manajemen kepelatihan dan tim medis harus bekerja ekstra keras pada hari pertandingan untuk mengakomodasi seluruh kebiasaan serta ritual spesifik dari masing-masing penggawa Senegal.

"Les joueurs ont leurs petites habitudes, leurs manies, et il faut les mettre dans les meilleures conditions avant une rencontre. Il y a donc beaucoup de travail en amont pour que, lorsqu’ils arrivent au vestiaire, tout soit prêt," jelas Christophe Dormoy, Fisioterapis Timnas Senegal.

Ia menceritakan salah satu pengalaman unik mengenai permintaan khusus dari salah seorang pemain yang enggan terlihat oleh kamera media saat menerima perawatan fisik.

"Un joueur demande à ce que son strap lui soit posé à l’extérieur du vestiaire, juste avant d’entrer sur la pelouse. Avec notre groupe de cinq kinés, nous devions donc faire en sorte de le lui mettre rapidement, sans que les caméras ne nous voient… C’était particulier," kenang Christophe Dormoy, Fisioterapis Timnas Senegal.

Meskipun intensitas kerja di turnamen internasional sangat menguras energi, Dormoy mengaku sangat menikmati momentum langka berharga tersebut sebelum nantinya kembali ke rutinitas klinik liberalnya di Reims.

"On s’habitue vite à ce changement de dimension. Les grandes compétitions internationales sont de petites parenthèses enchantées, de très bons moments à vivre. Mais c’est intense, aussi bien émotionnellement que physiquement. Alors cela fait du bien de revenir sur terre," tutup Christophe Dormoy, Fisioterapis Timnas Senegal.

Setelah pertandingan antara Prancis dan Senegal selesai digelar, agenda penyisihan Grup I Piala Dunia 2026 akan dilanjutkan dengan laga yang mempertemukan Irak melawan Norwegia pada pukul 05.00 WIB.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author