Amri Nita Gagal ke Final Kejuaraan Dunia BWF 2026
Ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, gagal melangkah ke babak final Kejuaraan Dunia BWF 2026 usai takluk dari pasangan nomor satu dunia asal China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping, di Indira Gandhi Arena pada Sabtu (22/8/2026).
Pasangan berperingkat ke-20 dunia tersebut menyerah lewat pertarungan sengit tiga gim berdurasi 97 menit dengan skor akhir 22-20, 14-21, dan 20-22 pada babak semifinal.
Hasil ini memastikan Indonesia membawa pulang medali perunggu dari sektor ganda campuran, pencapaian pertama sejak edisi 2017 melalui Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.
Namun, kekalahan Amri/Nita membuat Indonesia kembali tidak memiliki wakil di partai puncak Kejuaraan Dunia BWF selama dua tahun berturut-turut setelah edisi 2025.
Kondisi ini mengulang catatan kelam 15 tahun lalu saat skuad Garuda gagal mengirimkan wakil ke babak final pada dua edisi beruntun, yakni Kejuaraan Dunia BWF 2010 dan 2011.
Usai laga semifinal, Amri Syahnawi menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian medali meski belum berhasil melaju ke laga puncak.
"Alhamdulillah bisa bawa medali, ini hasil terbaik yang kami bisa berikan buat Indonesia. Untuk pertandingan hari ini berjalan cukup baik dari awal sampai akhir," kata Amri dalam rilis PBSI.
Ia menambahkan bahwa duel di gim penentu berlangsung sangat ketat dan menguras fokus.
"Terutama di gim ketiga dengan tensi yang luar biasa, dengan fokus tingkat tinggi sayang memang kami tidak bisa convert, tapi memang sama-sama tidak mau kalah," ujarnya dalam rilis PBSI.
Pebulu tangkis berusia 27 tahun tersebut menjadikan pengalaman berharga ini sebagai dorongan untuk tampil lebih konsisten pada turnamen berikutnya.
"Saya rasa ini menambah kepercayaan diri buat kami berdua untuk bisa konsisten tampil seperti ini, untuk bisa tambah latihannya lagi supaya jadi lebih baik lagi. Podiumnya bisa lebih tinggi lagi," ujarnya.
Amri juga mengajak seluruh jajaran di pelatnas untuk bangkit bersama guna mendongkrak prestasi ganda campuran Indonesia.
"Semoga hasil ini memotivasi tim ganda campuran yang mulai dari nol lagi. Ayo, bareng-bareng teman-teman, para pelatih, adik-adik, kita kerja keras lagi, kita coba lagi semaksimal mungkin," ucapnya.
Sementara itu, Nita Violina Marwah menegaskan bahwa raihan medali perunggu ini dipersembahkan bagi seluruh pihak yang terus memberikan dukungan.
"Medali perunggu ini untuk Indonesia dan untuk semua yang sudah selalu percaya kalau kami masih bisa bersaing. Untuk keluarga dan pelatih juga," kata Nita menegaskan.
Hasil di Kejuaraan Dunia BWF 2026 menjadi sinyal penting bagi PBSI dalam mempersiapkan tim menuju Asian Games 2026 di Jepang pada 19 September hingga 1 Oktober 2026.