Prancis Hadapi Swedia pada Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Tim nasional Prancis dijadwalkan bertanding melawan Swedia dalam babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, pada Rabu, 1 Juli 2026 pukul 04.00 WIB dini hari.
Prancis melaju ke fase gugur setelah menyapu bersih fase grup dengan poin sempurna dari tiga kemenangan dan mengoleksi sepuluh gol di Grup I. Sementara itu, Swedia mencetak tujuh gol sepanjang fase grup dan lolos ke babak 32 besar lewat jalur salah satu peringkat ketiga terbaik.
Legenda Persib Bandung Djadjang Nurdjaman menjagokan skuad asuhan Didier Deschamps untuk mengulang kesuksesan juara Piala Dunia 2018 karena memiliki kedalaman tim yang merata dari lini belakang hingga lini depan. Di sektor pertahanan terdapat nama seperti William Saliba hingga Jules Kounde, sedangkan lini tengah diperkuat peraih Ballon d'Or Ousmane Dembele serta lini depan yang mengandalkan Kylian Mbappe yang kini telah mengemas empat gol.
"Melihat skuad tim, dari awal saya sudah menjagokan Perancis. Alasannya karena secara skuad cukup mumpuni, cukup komplit," sebut Djadjang Nurdjaman.
Djadjang menambahkan bahwa keberadaan pemain tengah seperti Michael Olise dan Rayan Cherki serta penyerang sekelas Mbappe menjadi bukti keunggulan materi pemain Les Bleus.
"Pemain belakang, di tengah ada Olise, Cherki, di depan ada Mbappe, cukup memiliki materi pemain yang bagus," tutur Djadjang Nurdjaman.
Terkait peta persaingan di babak gugur, sosok yang membawa Persib juara sebagai pemain dan pelatih ini memprediksi Belanda awalnya akan menjadi lawan berat di perempat final sebelum akhirnya ditumbangkan Maroko melalui adu penalti.
"Saya belum melihat skemanya ya, tapi sekarang di Piala Dunia kali ini yang menonjol atau yang memberikan harapan. Untuk melaju terus sepertinya ada Belanda ya, Belanda bagus penampilannya," kata Djadjang Nurdjaman.
Djadjang juga mengingatkan bahwa tim-tim besar dari wilayah lain tetap akan menjadi batu sandungan utama bagi langkah Prancis ke depan.
"Perlu diperhitungkan, yang akan menjadi lawan-lawan tetap negara-negara kuat di Piala Dunia, seperti Argentina, ada Brasil," ucap Djadjang Nurdjaman.
Djadjang menegaskan kekuatan tim-tim tradisional tersebut tidak boleh diabaikan dalam perebutan takhta juara.
"Masih negara-negara seperti itu yang menjadi lawan berat bagi Perancis," cetus Djadjang Nurdjaman.
Di sisi lain, pelatih kepala Prancis Didier Deschamps memberikan pandangannya mengenai kekuatan kolektif Swedia yang dinilainya sangat atletis dan berbahaya di lini serang melalui kehadiran Dejan Kulusevski, Alexander Isak, dan Anthony Elanga.
"Mereka (Swedia) adalah tim yang bagus dengan dominasi atletik, tetapi juga punya lini serang seperti Kulusevski, Isak, dan Elanga," jelas Didier Deschamps.
Deschamps juga menyoroti performa Swedia saat menghadapi Belanda di fase grup, di mana kekalahan yang mereka derita dinilai tidak mencerminkan jalannya pertandingan akibat buruknya penyelesaian akhir.
"Ada banyak kualitas, kecepatan yang sangat tinggi dan kemampuan (Viktor) Gyokeres serta Isak untuk terus membuat peluang berulang kali."
Deschamps menambahkan analisisnya mengenai performa awal tim lawan yang dianggapnya cukup menjanjikan.
"Mereka menjalani pertandingan pertama yang sangat bagus. Pertandingan kedua melawan Belanda menurut saya, skornya sangat kejam karena mereka memiliki sangat banyak situasi dan peluang. Mereka hanya kurang efisien," pungkas Didier Deschamps.