Pramono Anung Ubah Nama Stasiun LRT Pegangsaan Dua Jadi Kelapa Gading
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengubah nama Stasiun LRT Pegangsaan Dua menjadi Stasiun LRT Kelapa Gading di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (5/8/2026), guna mencegah kebingungan masyarakat terkait penamaan stasiun lain di jalur yang sama.
Perubahan nama stasiun ini dinilai penting karena jalur tersebut nantinya akan memiliki stasiun lain bernama Proklamasi. Berdasarkan laporan dari Detikcom, penyesuaian nama ini juga dilakukan agar lebih mencerminkan lokasi geografis stasiun tersebut.
"Saya sudah minta namanya digunakan Kelapa Gading. Kenapa tidak menggunakan Pegangsaan? Karena nantinya akan ada stasiun yang namanya Proklamasi supaya tidak membingungkan," kata Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Pramono menegaskan bahwa pemilihan nama baru tersebut sangat relevan dengan letak fisik bangunan stasiun di kawasan Jakarta Utara.
"Sehingga dengan demikian namanya tetap menjadi Kelapa Gading karena memang tempatnya ada di Kelapa Gading," lanjut Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.
Proyek pengembangan LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai ini melintasi 11 stasiun dengan total nilai investasi mencapai Rp12,1 triliun. Jalur ini dirancang untuk memangkas waktu tempuh antarwilayah secara signifikan.
Perjalanan dari Kelapa Gading menuju Manggarai diperkirakan memakan waktu sekitar 28 menit. Sementara itu, rute dari Manggarai menuju Dukuh Atas diperkirakan hanya memerlukan waktu perjalanan selama dua menit.
"Kalau sudah selesai dari Kelapa Gading sampai dengan Dukuh Atas kurang lebih 30 menit," ucap Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan angkutan massal ini dapat menjadi sarana transportasi utama warga Ibu Kota. Moda ini diproyeksikan mampu melayani puluhan ribu mobilisasi penumpang harian.
"Maka saya yakin ini merupakan backbone baru transportasi di Jakarta karena diperkirakan hariannya akan mampu menampung atau mengangkut kurang lebih 80.000 penumpang," imbuh Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.