Praktisi PR Kritik Pelayanan dan Pengetahuan Produk Hyundai Ioniq 5

Share

Seorang praktisi public relations sekaligus pengguna Hyundai memberikan pandangan kritis terkait keluhan konsumen terhadap mobil listrik Hyundai Ioniq 5, yang viral di media sosial. Keluhan tersebut terkait masalah teknis dan buruknya pelayanan purnajual yang diterima pengguna di Jakarta Selatan.

Influencer Aa Juju menyatakan bahwa ia mengalami kendala parkir paralel dan masalah pengisian daya cepat pada mobil Ioniq 5 miliknya. Ia mengaku sudah menyampaikan kebutuhan parkir paralel kepada tenaga penjual saat pembelian, namun mendapat informasi yang tidak sesuai dengan kenyataan.

Keluhan ini memicu kritik terhadap tenaga penjual dan supervisor dealer Hyundai Fatmawati, terutama karena respons yang dianggap defensif dan kurang responsif terhadap masalah konsumen.

Bima Marzuki, praktisi public relations dan pengguna Hyundai Santa Fe, menilai masalah ini terjadi karena kurangnya pemahaman produk yang mendalam dari tenaga penjual. Ia menyatakan, "Pertama kalau kita lihat dari kasus ini kan karena adanya komplain yang tidak tersalurkan karena adanya product knowledge yang tidak mendalam dari salesnya yang akhirnya ini membuat konsumennya kecewa," ujar Bima.

Bima menambahkan bahwa perkembangan teknologi kendaraan yang pesat membuat pemahaman tenaga penjual menjadi sangat penting agar dapat menjelaskan produk dengan tepat. Ia juga menekankan bahwa informasi dari tenaga penjual lebih diingat konsumen dibandingkan brosur resmi.

"Konsumen sebagian besar tidak akan baca brosur. Konsumen sebagian besar akan ingat dengan apa yang diomongkan, apa yang dijanjikan oleh salesnya," kata Bima.

Menurut Bima, tenaga penjual harus menghindari janji berlebihan (over promise) dan memahami batasan kendaraan agar ekspektasi konsumen tidak meleset.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author