Presiden Prabowo Subianto Paparkan Dua Prinsip Utama Kepemimpinan Negara

Share

Landasan akal sehat serta kecintaan kepada masyarakat menjadi dua pilar utama pemerintah dalam menetapkan berbagai kebijakan strategis bangsa. Hal tersebut ditegaskan oleh Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri acara Peluncuran dan Bedah Buku "10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia" di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026).

Prabowo menjelaskan bahwa prinsip bernegara tersebut didapatkan dari petuah mantan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Aloysius Benedictus Mboi atau Ben Mboi. Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi panduan utama agar arah pembangunan nasional tidak menyimpang dari kepentingan rakyat.

"Menjadi pemimpin sebetulnya tidak rumit. Ingat dua hal beliau sampaikan ke saya. Love your people, cintai rakyatmu.

Gunakan akal sehat. Jadi kebijakan itu akal sehat," kata Prabowo.

Penggunaan akal sehat serta kecintaan pada rakyat dinilai dapat merealisasikan berbagai program vital pemerintah secara tepat sasaran, mulai dari program hilirisasi hingga pemenuhan kebutuhan pangan nasional.

"Manakala keputusan yang kita ambil adalah didasari oleh cinta kepada rakyat dan akal sehat, kita tidak akan meleset. Hasilnya akan cepat kelihatan," ujar Prabowo.

Kebijakan pemenuhan pangan mandiri disebut sebagai fondasi mendasar dalam menjaga kedaulatan serta stabilitas keamanan suatu negara.

"Swasembada pangan sangat akal sehat. Swasembada pangan itu sebetulnya sangat-sangat mendasar. Mereka yang tidak paham swasembada pangan, negaranya tidak aman," tutur dia.

Selain mengenang petuah Ben Mboi, Kepala Negara juga mengingat nasihat dari mantan Gubernur Jawa Timur, Raden Panji Mohammad Noer. Pesan moral tersebut menekankan pentingnya keberpihakan pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat kelas bawah.

"Prabowo, tugas pemimpin itu sebetulnya sederhana. Bekerja. Yen wong cilik iso gemuyu," kata Prabowo menirukan pesan Muhammad Nur.

Prabowo menambahkan bahwa fokus utama jajaran kepemimpinannya adalah menghadirkan rasa optimistis dan kebahagiaan bagi warga miskin serta kelompok rentan.

"Pemimpin bekerja agar orang yang paling lemah, orang yang kecil, orang yang paling miskin bisa senyum, bisa ketawa. Artinya kalau orang yang sangat lemah, sangat tidak berdaya bisa senyum dan ketawa, dia mulai punya harapan. Kita bekerja memberi harapan kepada rakyat kita yang paling tidak berdaya," ujar Prabowo.

Prabowo meyakini bahwa konsistensi pemerintah dalam memegang teguh prinsip-prinsip kepemimpinan tersebut akan menjaga arah pembangunan nasional tetap berorientasi pada kemaslahatan publik.

"Saya kira we will always be on the right track, kita akan selalu berada di jalan yang benar," pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo turut menyapa jajaran tokoh politik dan pejabat publik yang hadir, termasuk pengurus Partai Golkar Akbar Tandjung. Ia menyinggung rekam jejak historisnya yang sempat menjadi bagian dari partai berlogo pohon beringin tersebut saat bersilaturahmi dengan para senior dan rekan sejawatnya.

"Sesepuh Partai Golkar, sesepuh kita semua, Bapak Akbar Tandjung. Masalahnya karena saya juga alumni Partai Golkar juga di masa lalu. Jadi kalau saya diundang di acara-acara Golkar, kelihatan banyak wajah-wajah lama, kawan-kawan lama ada semua," ujar Prabowo.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author