Pra-Penjualan Tiket Supergirl Lesu dan Berada di Bawah Black Widow

Share

Langkah awal film kedua dari semesta baru DC Studios, Supergirl, menghadapi tantangan besar dalam penjualan tiket di tangga box office.

Dilansir dari Detikcom, performa pre-sale film yang dibintangi Milly Alcock ini berada di bawah pencapaian film era pandemi Marvel, Black Widow, berdasarkan data penjualan tiket 24 jam pertama di Amerika Serikat.

Laporan Portal Box Office menunjukkan bahwa Supergirl mengantongi sekitar 110.000 tiket dalam satu hari pertama penjualan, atau setara dengan pendapatan kasar sekitar USD 1,75 juta atau Rp 31,76 miliar.

Angka ini tertinggal dari beberapa film pahlawan super lainnya saat memulai pra-penjualan di titik yang sama.

Satu-satunya film pahlawan super skala besar yang berhasil dilewati oleh Supergirl hanyalah The Marvels (2023), yang kala itu menjual 95.000 tiket di hari pertama sebelum akhirnya berujung menjadi salah satu kerugian finansial terbesar dalam sejarah Marvel.

Analis industri memproyeksikan Supergirl akan membuka pekan pertamanya di pasar domestik Amerika Serikat pada angka sekitar USD 55 juta atau Rp998 milar berdasarkan ritme pra-penjualan saat ini.

Estimasi ini sejalan dengan prediksi pelacakan jangka panjang yang menempatkan batas atas performa film ini di kisaran angka tersebut.

Proyeksi USD 55 juta ini langsung memicu kekhawatiran karena angka tersebut sama persis dengan debut domestik The Flash (2023).

The Flash sempat dibuka dengan angka yang sama sebelum akhirnya tumbang di bioskop global dan mencatatkan kerugian besar bagi Warner Bros.

Meskipun situasi ini memberikan tekanan bagi DC Studios yang dipimpin James Gunn, Supergirl memiliki sedikit ruang bernapas dibanding kasus The Flash.

Film ini dilaporkan menghabiskan anggaran produksi bersih sekitar USD 170 juta hingga USD 175 juta, masih lebih rendah daripada The Flash yang memakan biaya di atas USD 200 juta.

Dengan asumsi biaya produksi tersebut, film yang disutradarai Craig Gillespie ini diperkirakan membutuhkan pendapatan global sekitar USD 315 juta hingga USD 425 juta untuk bisa mencapai titik impas, bergantung pada kalkulasi biaya pemasaran.

Menjelang perilisannya pada 26 Juni 2026, tantangan terbesar bagi Supergirl adalah menarik minat penonton kasual di luar basis penggemar inti komik DC.

Jendela rilis musim panas kali ini sangat padat dan kompetitif, sehingga Supergirl harus berebut layar IMAX dan perhatian penonton keluarga melawan judul-judul raksasa seperti Toy Story 5 serta animasi Minions.

Daftar Penjualan Tiket 24 Jam Pertama Film Pahlawan Super
Judul Film Jumlah Tiket Pendapatan Kotor
Superman (2025) 325.000 tiket USD 5 juta
Black Widow (2021) 175.000 tiket USD 2,4 juta
Thunderbolts* (2025) 160.000 tiket USD 2,5 juta
Supergirl (2026) 110.000 tiket USD 1,75 juta
Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author