Graham Potter Tolak Strategi Bertahan Total Hadapi Prancis

Share

Pelatih Timnas Swedia Graham Potter menegaskan enggan menerapkan strategi bertahan total demi meredam lini serang Prancis menjelang laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, pada Rabu (1/7/2026) pukul 04.00 WIB.

Kolektivitas tim dinilai menjadi satu-satunya cara untuk menghentikan penyerang andalan Prancis, Kylian Mbappe, yang sejauh ini telah mengemas empat gol selama turnamen berlangsung di tahun 2026.

"Secara kolektif adalah satu-satunya jawaban. Kami harus tampil bagus sebagai sebuah tim," kata Potter saat ditanya strategi menghentikan Mbappe dalam konferensi pers jelang laga, seperti dilansir dari kompas.tv.

Mantan pelatih Brighton tersebut menambahkan bahwa bermain defensif sepanjang pertandingan akan sangat menyulitkan karena Prancis diperkuat oleh pemain-pemain berkualitas di lini depan.

"Kami harus memahami bagaimana kami bertahan sebagai tim dan pada saat yang sama kami juga harus memberikan ancaman, karena jelas jika Anda hanya bertahan selama 90 menit melawan pemain-pemain seperti itu, situasinya akan menjadi sangat sulit," imbuh Potter.

Swedia tercatat menelan empat kekalahan dari lima duel terakhir kontra Prancis di lintas kompetisi, namun Potter tetap optimistis menatap laga fase gugur ini.

"Dalam sepak bola, khususnya dalam pertandingan tunggal, apa pun mungkin terjadi," papar Potter.

Juru taktik asal Inggris tersebut meminta anak asuhnya untuk menjaga keyakinan penuh demi memanfaatkan momentum dalam pertandingan tunggal ini.

"Anda harus memiliki keyakinan, kami tidak menghadapi Prancis dalam 10, 20, atau 30 pertandingan; ini adalah satu pertandingan, ini adalah laga babak gugur, ada banyak hal yang bisa kami raih dan menangi, dan seperti yang saya katakan, kami melihat ini sebagai sebuah peluang," tegas Potter.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author