Harga Emas Dunia Berpotensi Mengalami Penguatan Terbatas

Share

Harga emas dunia diproyeksikan berpotensi mengalami penguatan terbatas pada perdagangan Selasa, 19 Mei 2026 seiring meredanya tekanan jual.

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit menilai bahwa pergerakan XAU/USD pada timeframe H4 mengindikasikan adanya peluang pemulihan harga atau kenaikan sementara.

Secara teknikal, pergerakan harga emas saat ini tengah berada dalam fase pembentukan tren sekunder yang bergerak naik menuju area resistance dinamis pada Moving Average (MA) 21 dan 50.

Area tersebut menjadi titik krusial yang menentukan keberlanjutan kenaikan harga atau kembalinya tekanan bearish jangka menengah.

Sinyal pembalikan arah yang kuat untuk melanjutkan penurunan belum terlihat, sehingga peluang penguatan jangka pendek tetap terbuka selama harga bertahan di atas area support terdekat.

Kondisi ini didukung oleh indikator stochastic di area overbought yang belum menunjukkan penurunan signifikan.

Arah kebijakan moneter global dari Federal Reserve Amerika Serikat turut memengaruhi pergerakan komoditas ini karena pelaku pasar bersikap hati-hati menanti rilis data ekonomi penting.

Sikap wait and see tersebut memicu penahanan posisi besar oleh investor demi mencermati arah dolar AS serta imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Peluang The Fed untuk mengambil sikap dovish akan membesar jika data inflasi dan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat menunjukkan perlambatan.

Ekspektasi terhadap penurunan suku bunga atau penghentian pengetatan moneter biasanya menjadi sentimen positif bagi emas karena meningkatkan daya tariknya dibanding aset berbasis imbal hasil.

Meskipun demikian, ruang penguatan harga komoditas ini dinilai terbatas selama dolar AS dan yield obligasi pemerintah AS bertengger di level tinggi.

Kekuatan dolar AS menjadi tantangan utama karena membuat logam mulia menjadi lebih mahal bagi investor global.

"Pada perdagangan pagi ini, fokus pasar masih cenderung mendukung kenaikan sementara pada harga emas. Dalam proyeksi jangka pendek, XAU/USD diperkirakan berpotensi bergerak menuju resistance terdekat di level 4.590. Jika momentum beli masih berlanjut, maka target resistance berikutnya berada di area 4.629," kata Geraldo Kofit dalam keterangan tertulis, Selasa, 19 Mei 2026.

Selain faktor teknikal, situasi makroekonomi internasional yang tidak menentu juga ikut memengaruhi minat pasar terhadap komoditas logam mulia.

"Selain itu, ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global juga masih menjadi faktor yang menjaga minat investor terhadap aset safe haven seperti emas. Kondisi tersebut membantu menopang harga emas setelah sebelumnya mengalami tekanan cukup dalam," ujar Geraldo Kofit.

Namun, daya tarik instrumen yang memberikan imbal hasil tetap terpantau masih tinggi sehingga menghambat laju penguatan emas.

"Selain itu, tingginya yieldobligasi AS juga meningkatkan daya tarik instrumen berbasis imbal hasil dibandingkan emas yang tidak memberikan bunga atau return tetap," kata Geraldo Kofit.

Secara umum, pergerakan harga komoditas ini diperkirakan bergerak naik dalam jangka pendek sebagai bagian dari fase koreksi sementara.

"Karena itu, investor disarankan tetap memperhatikan perkembangan data ekonomi global, arah kebijakan Federal Reserve, serta pergerakan dolar AS yang dapat memengaruhi volatilitas harga emas dalam beberapa waktu ke depan," ungkap Geraldo Kofit.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author