Ducati Akui Popularitas MotoGP di Italia Merosot Usai Valentino Rossi Pensiun
Popularitas kejuaraan balap motor MotoGP dilaporkan mengalami kemerosotan tajam di Italia setelah legenda balap Valentino Rossi memutuskan pensiun dari lintasan. Penurunan pangsa pasar dan daya tarik ajang balap ini tetap terjadi meskipun pebalap Italia Francesco Bagnaia sukses meraih gelar juara dunia beruntun bersama tim Ducati.
Kondisi penurunan minat publik terhadap ajang adu cepat ini diakui langsung oleh pihak internal pabrikan asal Italia, sebagaimana dilansir dari Detik Oto berdasarkan laporan Speedweek. Kehilangan sosok ikonik lintas generasi dinilai menjadi faktor utama di balik sepinya atmosfer kompetisi saat ini.
Manajer Tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, memberikan penegasan mengenai situasi sulit yang sedang dihadapi oleh penyelenggara kejuaraan di negaranya tersebut.
"Dalam beberapa tahun terakhir, kami telah kehilangan pangsa pasar di Italia," aku Tardozzi.
Pria asal Italia tersebut menilai keberadaan sosok pebalap legendaris bernomor 46 itu tidak bisa digantikan begitu saja oleh dominasi motor pabrikan saat ini.
"Saya tidak bisa berbicara untuk negara lain. Namun, fakta bahwa kita tidak lagi memiliki Valentino Rossi adalah sebuah masalah," jelas dia.
Menurut Tardozzi, hilangnya daya tarik MotoGP bukan disebabkan oleh masalah teknis performa motor atau tensi persaingan antarpembalap, melainkan absennya figur bintang yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
"Valentino Rossi adalah seorang bintang, bahkan seorang pahlawan bagi para nenek-nenek. Dia sukses membuat mereka rela duduk di depan televisi untuk ikut menonton MotoGP," tambah manajer asal Italia tersebut.
Meskipun nama Ducati, Aprilia, dan Francesco Bagnaia sangat populer di kalangan pencinta otomotif, atmosfernya belum mampu meledak seperti era sebelumnya. Keadaan ini diperparah oleh kebijakan hak siar yang kini didominasi oleh platform berlangganan demi menjaga stabilitas finansial kompetisi dan tim.
"Hal ini (TV berbayar) tentu saja tidak membantu popularitas," keluh Tardozzi.
Tardozzi menyadari bahwa dana besar dari sistem tersebut sangat dibutuhkan untuk membantu kelangsungan hidup sirkuit dan tim-tim satelit.
"Tapi dunia balap ini harus bertahan hidup, dan stasiun TV berbayar membayar dengan sangat baik, jadi penyelenggara cenderung bergerak ke arah sana."
Kini, pengelolaan MotoGP berada di bawah kendali pemilik baru, Liberty Media, yang sebelumnya sukses menaikkan pamor Formula 1. Manajemen tim Ducati masih memantau strategi promosi yang akan diterapkan oleh perusahaan raksasa tersebut ke depan.
"Saya tidak tahu bagaimana segalanya akan berkembang dengan pemilik baru, bagaimana mereka ingin mempromosikan kejuaraan ini. Tapi saya rasa Anda tidak bisa kembali lagi ke masa lalu (tayangan gratis) jika sudah berbicara tentang bisnis TV berbayar," pungkasnya.