Polisi Tangkap Dua Remaja Penganiaya Bocah di Taman Kramat
Aparat kepolisian mengamankan dua remaja setelah diduga melakukan aksi perundungan hingga menyebabkan seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun tersengat aliran listrik di Taman Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, pada Minggu (7/6).
Aksi kekerasan tersebut bermula ketika kedua pelaku yang masing-masing berusia 17 dan 16 tahun mengangkat tubuh korban lalu menempelkannya ke tiang lampu taman hingga tersetrum, sebelum akhirnya mereka menyeret korban menjauh dari lokasi kejadian, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Ketua RT setempat, Neneng, merespons laporan insiden tersebut dengan segera mendatangi lokasi kejadian bersama pihak keamanan, meskipun korban sudah terlebih dahulu dievakuasi oleh orang tuanya ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
"Aku telepon RW, aku telepon LMK, aku panggil keamanan. Panggil keamanan terus aku ajak keamanan, 'Ayo, kita lihat taman'. Tapi begitu saya ke sana, udah enggak ada korbannya. Kalau aku ke sana tuh udah enggak ada korbannya," kata Neneng saat ditemui di lokasi, Jumat (12/6/2026).
Setelah melihat situasi di lapangan, Neneng langsung mengambil tindakan tegas dengan membubarkan anak-anak lain yang masih berada di area rekreasi tersebut demi mencegah timbulnya korban baru akibat kebocoran arus listrik.
"Tapi anak-anak masih bermain banyak, gitu. Aku usir-usirin, bukan apa-apa, kan namanya katanya kesetrum, aku masih takut dong, nanti ada lagi korban lagi, gitu. Aku kunci langsung," jelas Neneng.
Langkah pengamanan dilanjutkan dengan mematikan gardu listrik utama secara sementara setelah pihak PLN dan Dinas Pertamanan melakukan pemeriksaan serta mengonfirmasi adanya kerusakan teknis pada instalasi tiang lampu.
"Aku matiin, emang sementara aku matiin dulu. Enggak bisa aku ini, karena risiko juga, takut belum beres, gitu," kata Neneng.
Pihak berwenang dari dinas terkait yang tiba di tempat kejadian perkara langsung memverifikasi titik kerusakan kabel yang menjadi penyebab mengalirnya arus listrik ke struktur tiang besi.
"Karena kemarin itu, begitu kejadian, datang dari Dinas Pertamanan untuk ngecek, dia bilang, 'iya, Bu, ada kebocoran di tiang ini,' itu," sambung Neneng.
Insiden ini menjadi sorotan karena fasilitas publik tersebut baru saja beroperasi kembali selama satu bulan setelah melewati proses pemugaran menyeluruh oleh pemerintah daerah setempat.
"Enggak ada masalah. Itu kan belum lama, itu kan masih habis direnovasi Itu renovasi, baru direnovasi baru kurang lebih sebulan yang lalu aku baru buka," ungkap Neneng.