Polisi Perancis Tangkap 780 Orang Pasca-Kemenangan Paris Saint-Germain

Share

Aparat keamanan Perancis menangkap 780 orang di sejumlah wilayah menyusul gelombang kericuhan yang pecah setelah Paris Saint-Germain (PSG) mempertahankan gelar juara Liga Champions pada Sabtu (30/5/2026).

Dilansir dari Bola, keberhasilan klub sepak bola asal Paris tersebut memicu aksi vandalisme dan pembakaran di area ibu kota meski laga final melawan Arsenal sebenarnya berlangsung di Budapest, Hongaria.

Menteri Dalam Negeri Perancis, Laurent Nunez, menjelaskan bahwa dari total ratusan orang yang ditangkap petugas, sebanyak 480 penangkapan terkonsentrasi di kawasan ibu kota Perancis dan 457 orang di antaranya resmi ditahan untuk proses hukum.

"Tahun lalu, untuk peristiwa yang sama, jumlahnya mencapai 592. Jadi, kali ini naik 32 persen," kata Nunez.

Pihak kepolisian harus bergerak cepat merespons situasi di lapangan termasuk menggagalkan aksi pemblokiran jalan lingkar utama yang mengelilingi kota Paris oleh massa.

"Hingga saat ini, dari 780 orang yang ditangkap, 457 di antaranya telah ditahan," lanjut Nunez.

Kericuhan ini juga mengakibatkan puluhan petugas keamanan mengalami luka-luka akibat mengendalikan massa yang berkumpul di jalanan.

"Saya juga ingin menegaskan bahwa ada 57 anggota kepolisian dan gendarmerie yang terluka dalam peristiwa ini. Sebagian besar memang mengalami luka ringan, tetapi bukan hanya itu yang perlu diperhatikan," ungkap Nunez.

Petugas kepolisian langsung mengambil tindakan tegas demi menertibkan situasi malam perayaan yang dinilai berujung anarkis tersebut.

"Saya ingin menyampaikan penghargaan kepada seluruh personel keamanan dalam negeri yang telah bekerja sepenuhnya dalam operasi ini," ungkap Nunez.

Aksi pemblokiran jalan yang dilakukan oleh oknum suporter di beberapa titik juga sempat menghambat arus lalu lintas sebelum akhirnya berhasil dibubarkan petugas.

"Empat upaya pemblokiran Peripherique memicu respons polisi yang sangat cepat dan situasi berhasil dikendalikan," ujarnya.

Presiden Perancis, Emmanuel Macron, turut memberikan pernyataan resmi terkait kerusuhan yang mencederai momentum kemenangan klub sepak bola negaranya.

"Paris telah menang, dua bintang. Tetapi, kami juga menyaksikan adegan kekerasan yang tidak dapat diterima di Paris," kata Macron.

Macron menegaskan dukungannya terhadap langkah kepolisian untuk menindak seluruh pelaku kriminal yang merusak fasilitas publik di Paris.

"Saya ingin berterima kasih kepada Menteri Dalam Negeri dan seluruh tim yang telah bertugas. Ini bukan sepak bola dan bukan nilai yang kami junjung," kata Macron.

Pemerintah Perancis berkomitmen menyelesaikan kasus hukum para perusuh agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.

"Kami akan bertindak tegas terhadap mereka yang telah ditangkap. Kami tidak ingin melihat hal seperti ini lagi. Sudah cukup. Ini harus berakhir," tegas Macron.

Pertandingan final itu sendiri berjalan ketat hingga babak adu penalti setelah skor imbang 1-1 bertahan sampai babak tambahan, sebelum akhirnya eksekusi Gabriel Magalhaes yang gagal memastikan trofi tetap berada di tangan PSG.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author