Polisi Tangkap Tiga Pengeroyok Pria di Grogol Petamburan
Aparat Kepolisian Sektor Grogol Petamburan menangkap tiga pelaku pengeroyokan yang menewaskan seorang pria berinisial DM (29) di sebuah tempat biliar kawasan Jakarta Barat pada Minggu, 10 Mei 2026.
Korban mengembuskan napas terakhir di rumah sakit setelah sempat mendapatkan perawatan medis selama empat hari akibat dilempar dari lantai dua oleh para pelaku, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Pihak kepolisian berhasil mengamankan tiga tersangka berinisial NA, AE, dan MLS di lokasi terpisah yang meliputi wilayah Jakarta Barat serta Rangkasbitung, Banten.
"Kami baru saja berhasil mengamankan para pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, yang terjadi di Weston Grogol pada 10 Mei lalu," kata Kanit Reskrim Grogol Petamburan AKP Alexander Tengbunan dilansir Antara, Kamis (11/6).
Petugas menyebutkan bahwa dua dari tiga tersangka yang ditangkap tersebut masih tergolong di bawah umur, sementara satu orang lainnya sudah dewasa.
"Dua di antaranya masih berstatus di bawah umur, satu pelaku lainnya orang dewasa," imbuh AKP Alexander Tengbunan.
Dalam penangkapan ini, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian beserta pakaian yang digunakan para pelaku saat peristiwa berlangsung.
"Barang bukti yang berhasil kami amankan di antaranya adalah rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian, serta pakaian yang dikenakan para pelaku saat peristiwa itu terjadi," jelas AKP Alexander Tengbunan.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, aksi kekerasan massal ini dipicu oleh permasalahan asmara dan rasa cemburu saat para pihak mengonsumsi minuman keras.
"Sebenarnya itu konflik kecemburuan atau asmara," kata AKP Alexander Tengbunan.
Keributan bermula ketika korban berupaya membela kekasihnya yang diganggu oleh seorang wanita dari kelompok pelaku, hingga akhirnya korban memiting salah satu pelaku.
"Menurut keterangan pacar korban atas nama Saudari M, terjadinya keributan karena korban tidak terima pacarnya diganggu oleh cewek temannya Saudara A (pelaku) yang dipiting korban," ujar AKP Alexander Tengbunan.
Pertikaian memuncak ketika rekan-rekan pelaku tidak menerima tindakan korban yang melakukan pemitingan di area tangga gedung.
"Korban dan para pelaku sempat konflik ketika mengonsumsi miras. Kemudian turun ke tangga, korban ini sempat memiting teman dari pelaku. Tidak terima temannya dipiting pada saat di tangga, temannya berusaha membantu temannya yang sedang dipiting," kata AKP Alexander Tengbunan, kemarin.
Kelompok pelaku kemudian memukul korban secara bersama-sama, memecahkan kaca, lalu mendorong korban hingga terjatuh ke lantai dasar.
"Temannya berusaha bantu untuk lepas. Setelah berusaha bantu tapi korban bersikeras untuk membawa A ini, makanya ada serangan ke korban berupa pemukulan, di situ terjadi pengeroyokan. Kemudian dia memecahkan kaca kemudian dia mendorong korban hingga terjatuh," ujar AKP Alexander Tengbunan.
Korban langsung dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi tidak sadarkan diri sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
"Korban menderita koma 4 hari dan kemudian korban dinyatakan meninggal dunia," imbuh AKP Alexander Tengbunan.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih memburu lima orang pelaku lainnya yang masuk dalam daftar pencarian orang, termasuk pelaku utama.
"Pelaku sempat menginformasikan ke teman-temannya 'jangan sampai ada yang bocorkan saya ada di mana, kalau tidak, saya cari kalian' jadi ada pengancaman verbal," kata AKP Alexander Tengbunan saat dihubungi, Jumat (12/6).
Polisi telah mengidentifikasi seluruh identitas buron tersebut dan terus melakukan pengejaran secara intensif di lapangan.
"Lima pelaku lainnya sudah diidentifikasi, termasuk pelaku utama yang mendorong korban hingga jatuh dari lantai 2, ada dua nama informasinya. Saat ini masih kami kejar, tapi kami butuh waktu untuk menangkap," ujar AKP Alexander Tengbunan.