Polres Metro Jakarta Pusat Siagakan 584 Personel Amankan Dua Aksi Demonstrasi

Share

Polres Metro Jakarta Pusat menyiagakan 584 personel gabungan untuk mengawal dua aksi unjuk rasa yang berlangsung di kawasan Senayan dan Menteng pada Selasa (26/5/2026). Langkah pengamanan ini disiapkan guna mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, menjelaskan bahwa titik konsentrasi massa pertama berada di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan. Aksi tersebut dijadwalkan mulai pukul 09.00 WIB oleh Aliansi Masyarakat Pecinta Polri.

"Pukul 09.00 WIB unjuk rasa dari Aliansi Masyarakat Pecinta Polri," ujar Erlyn Sumantri, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat.

Erlyn Sumantri menambahkan bahwa agenda demonstrasi kedua akan bergeser ke depan Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Jalan Kebon Sirih, Menteng. Unjuk rasa yang diinisiasi oleh Aliansi Mahasiswa Pemerhati Bangsa ini direncanakan bergulir pada pukul 11.00 WIB.

"Warga bisa mencari jalan alternatif lain selama unjuk rasa berlangsung," kata Erlyn Sumantri.

Kepolisian menerapkan rekayasa arus lalu lintas di sekitar lokasi unjuk rasa secara situasional dengan mempertimbangkan jumlah massa yang hadir. Masyarakat diimbau untuk menghindari titik-titik tersebut demi kelancaran aktivitas.

Sebelumnya, pengamanan unjuk rasa berskala besar juga dilakukan aparat gabungan saat memperingati Hari Reformasi di kawasan Monas pada Kamis (21/5/2026). Sebanyak 3.067 personel dikerahkan untuk mengawal pergerakan massa, termasuk Forum Komunikasi Ojol Tertindas yang memusatkan titik kumpul di Lapangan Banteng.

"Laksanakan tugas pengamanan dengan penuh tanggung jawab, humanis, dan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat maupun personel di lapangan. Layani saudara-saudara kita yang menyampaikan aspirasi dengan baik sesuai prosedur," ujar Kombes Teguh Tri Sasongko, Karorena Polda Metro Jaya.

Polda Metro Jaya menekankan pentingnya menjaga soliditas dan tidak mudah terpancing oleh provokasi selama bertugas di lapangan. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold Hutagalung, menyatakan pengamanan maksimal disiapkan untuk menjamin kebebasan berpendapat secara tertib.

"Kami telah menyiapkan 3.067 personel untuk mengamankan jalannya aksi unjuk rasa. Pengamanan dilakukan secara profesional, humanis, dan mengedepankan upaya persuasif," ujar Kombes Reynold Hutagalung, Kapolres Metro Jakarta Pusat.

Reynold Hutagalung mengingatkan para peserta aksi untuk tetap mematuhi peraturan hukum yang berlaku dan menghindari tindakan anarkis. Polisi juga memberlakukan pengalihan arus kendaraan secara dinamis di sekitar Medan Merdeka Selatan.

"Kami menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Namun kami juga mengimbau agar peserta aksi tetap tertib, tidak anarkis, dan mematuhi aturan yang berlaku," ucap Kombes Reynold Hutagalung.

Skema pengalihan arus dipersiapkan secara matang oleh jajaran Satlantas dan Kapolsek setempat. Masyarakat yang melintas diimbau memanfaatkan jalur alternatif dan mengikuti arahan petugas lapangan.

"Arus lalu lintas di sekitar kawasan Monas akan diberlakukan pengalihan secara situasional. Kami mengimbau masyarakat yang akan melintas agar mencari jalur alternatif untuk menghindari kepadatan," jelas Kombes Reynold Hutagalung.

Polres Metro Jakarta Pusat memastikan pengawalan tetap berjalan hingga seluruh rangkaian kegiatan penyampaian aspirasi selesai. Untuk mengantisipasi eskalasi massa pada peringatan Reformasi tersebut, penutupan jalur total sempat disiapkan kepolisian.

"Nanti untuk khusus Jalan Merdeka Selatan kita lakukan penutupan full. Untuk teknisnya nanti kita lihat situasi, untuk sementara waktu kita masih tetap normalkan terlebih dahulu," ujar AKBP Ashabul Kahfi, Kabag Ops Polres Metro Jakarta Pusat.

Kebijakan penutupan penuh tersebut baru dieksekusi apabila massa demonstran telah memenuhi badan jalan. Fokus penjagaan saat itu diarahkan pada beberapa titik krusial di sekitar kawasan Monas.

"Kemudian untuk objek pelayanan kegiatan, tadi sudah saya sampaikan juga nanti berfokus di Monas Selatan, Jalan Merdeka Selatan, Kolam A, Kolam B, lanjut Taman Pandang dan beberapa elemen-elemen lain," tambah AKBP Ashabul Kahfi.

Pergerakan massa ojek online dari wilayah Jabodetabek juga diarahkan langsung menuju Lapangan Banteng agar tidak memadati area depan Istana Negara dan Patung Kuda. Layanan Call Center 110 disiagakan penuh selama 24 jam bagi warga yang membutuhkan bantuan darurat atau ingin melaporkan gangguan keamanan.

"Masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian atau menemukan adanya gangguan kamtibmas dapat segera menghubungi call center polisi 110 yang siap melayani selama 24 jam," tutup Kombes Reynold Hutagalung.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author