Polda Jabar Terjunkan 2.000 Personel Amankan Laga Persib Vs Persijap

Share

Polda Jawa Barat mengerahkan lebih dari 2.000 personel gabungan untuk mengamankan pertandingan pamungkas Super League 2025/2026 antara Persib Bandung melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Sabtu, 23 Mei 2026. Langkah ini diambil guna mengantisipasi membeludaknya suporter dan euforia massa karena Persib berpeluang mengunci gelar juara tiga kali berturut-turut.

Pengamanan ketat tersebut melibatkan unsur TNI, pemerintah daerah, manajemen Persib, hingga kelompok suporter bobotoh. Aparat kepolisian menerapkan pola empat ring di area stadion serta membatasi kapasitas penonton maksimal 75 persen atau menyediakan 32 ribu lembar tiket.

Fokus pengamanan terbagi menjadi tiga hal utama, yaitu jalannya pertandingan di stadion, antisipasi euforia masyarakat di kawasan Dago Cikapayang setelah laga, serta agenda arak-arakan trofi. Pemerintah Provinsi Jawa Barat sendiri sudah mematangkan rencana pawai kemenangan yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 24 Mei 2026.

"Kami telah melaksanakan rapat koordinasi bersama dengan Kodam III/Siliwangi, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kota, pihak manajemen PT Persib, serta unsur suporter bobotoh, yang juga dihadiri oleh Kapolres dan jajaran PJU," ujar Karo Ops Polda Jawa Barat Kombes Pol La Ode Aries El Fathar di Mapolrestabes Bandung, Selasa (19/5/2026) seperti dilansir Kompas.com.

Pihak kepolisian menegaskan larangan membawa barang berbahaya seperti flare, kembang api, minuman keras, serta botol dan kaleng ke area tribune demi menjaga kelancaran pertandingan sesuai dengan regulasi standar internasional.

"Sesuai dengan aturan FIFA, penonton dilarang keras membawa barang-barang berbahaya ke dalam tribune seperti flare atau kembang api, serta dilarang membawa minuman dalam kemasan botol plastik maupun kaleng karena dapat mengganggu jalannya pertandingan," ucap Aries.

Bagi suporter yang tidak menaati aturan atau kedapatan mengonsumsi minuman keras, petugas bersama panitia pelaksana akan menjatuhkan sanksi berupa pembatalan hak masuk ke dalam stadion.

"Kami sudah bersepakat dengan panitia pelaksana dan pihak bobotoh bahwa jika ditemukan penonton yang dalam pengaruh minuman keras atau membawa barang berbahaya seperti flare dan benda-benda yang bisa dilempar, kami akan mengambil tindakan tegas berupa pencabutan hak nonton," ujar Aries menambahkan.

Sementara itu, tantangan laga pamungkas ini juga mendapat perhatian dari eksekutif daerah. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dikabarkan telah menyiapkan bonus khusus bagi skuad Maung Bandung jika mereka berhasil mempertahankan gelar juara liga musim ini.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author