Piala Dunia 2026 Dimulai Emiten Broadband dan OTT Berpotensi Cuan

Share

Gelaran Piala Dunia 2026 resmi dimulai dini hari tadi waktu Indonesia dan berpotensi menjadi katalis bagi emiten yang memiliki eksposur terhadap layanan broadband dan platform OTT. Turnamen sepak bola internasional empat tahunan ini menjadi sorotan pelaku pasar, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz pada Jumat (12/6/2026).

Meksiko menjadi tuan rumah pertama yang menggelar upacara pembukaan pada pukul 00:30 WIB, Jumat (12/6/2026). Negara tersebut menjadi tuan rumah bersama dengan Amerika Serikat (AS) dan Kanada untuk ajang Piala Dunia tahun 2026.

Di Indonesia, TVRI menjadi pemegang hak siar utama secara Free to Air (FTA). Sementara itu, ForePlay hadir sebagai partner OTT resmi untuk menyediakan layanan streaming digital.

Dengan semakin dominannya platform digital sebagai media utama dalam mengakses konten olahraga, emiten PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) dan IRSX (PT Folago Global Nusantara Tbk) dinilai berada pada posisi yang relatif baik. Kedua perusahaan bersiap menangkap peningkatan trafik data dan aktivitas streaming selama periode turnamen.

“Kami menilai momentum FIFA World Cup 2026 dapat menjadi katalis bagi percepatan basis pengguna. Meningkatnya aktivitas streaming selama periode turnamen diperkirakan akan mendorong kebutuhan masyarakat terhadap akses internet rumah yang lebih stabil dan terjangkau,” papar Phintraco Sekuritas dalam catatan terbarunya, Jumat (12/6/2026).

Dengan harga yang jauh lebih kompetitif dibanding kompetitor, Phintraco melihat program ini memiliki daya tarik yang kuat bagi konsumen. Terutama bagi mereka yang belum berlangganan atau mencari alternatif layanan dengan biaya yang lebih rendah.

Pelanggan program Internet Rakyat juga memperoleh akses ke platform OTT FolaPlay milik IRSX. Skema bundling antara layanan FBB dengan OTT tersebut menciptakan sinergi yang menarik bagi kedua emiten.

Bagi WIFI, bundling tersebut dapat meningkatkan daya tarik layanan dan mendukung akuisisi pelanggan baru. Sementara itu, IRSX berada pada posisi yang baik untuk menangkap peningkatan konsumsi konten digital, didukung oleh kerja sama dengan TVRI yang memberikan akses penayangan FIFA World Cup 2026 melalui FolaPlay.

“Kami memperkirakan tingginya antusiasi masyarakat terhadap turnamen tersebut dapat mendorong pertumbuhan jumlah pengguna, streaming, serta engagement selama periode penyelenggaraan,” tegas Phintraco.

Analisis Saham dan Sektor Terdampak

Senada, Sinarmas Sekuritas menjabarkan lebih jauh potensi emiten IRSX dalam momentum pagelaran Piala Dunia 2026 sebagai pelengkap infrastruktur. TVRI diketahui hanya bisa siaran melalui antena dan belum memiliki infrastruktur OTT atau mobile streaming.

“Strategi short–term dinilai lebih cocok untuk memanfaatkan momentum jangka pendek, terutama karena saham yang sudah naik lebih dulu menjelang Piala Dunia cenderung lebih rentan mengalami profit taking saat ajang berlangsung (buy the rumor, sell the news),” sebut analisis Sinarmas Sekuritas.

Sektor lain yang berpotensi terdampak Piala Dunia 2026, menurut Sinarmas, meliputi media dan penyiaran karena ada potensi kenaikan trafik iklan (SCMA dan EMTK). Sektor telekomunikasi dan data juga berpotensi mengalami kenaikan penggunaan internet dan streaming selama Piala Dunia berlangsung.

Selain itu, sektor FMCG atau konsumsi berpotensi mengalami kenaikan permintaan makanan dan minuman saat nonton bareng. Sektor F&B dan layanan pesan antar (delivery) juga berpeluang mencatat peningkatan transaksi makanan selama periode pertandingan.

Adapun dari sisi valuasi, saham WIFI saat ini diperdagangkan di PBV 0,93x, relatif di bawah nilai bukunya. Menurut Phintraco Sekuritas, angka ini menawarkan potential upside yang menarik di tengah ekspansi yang dilakukan perusahaan.

“Di sisi lain, IRSX diperdagangkan pada PBV 5,51x, relatif premium dibandingkan dengan peers, seiring dengan ekspektasi pasar terhadap potensi pertumbuhan perseroan,” tutup Phintraco Sekuritas.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author