Petugas Damkar Andriyono Gugur saat Padamkan Kebakaran TPS Liar di Jaktim
Andriyono (37), petugas pemadam kebakaran, meninggal dunia saat bertugas memadamkan kebakaran di tempat pembuangan sementara (TPS) liar di Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Sabtu, 1 Maret 2026.
Andriyono mengalami pingsan saat proses pemadaman berlangsung dan sempat mendapatkan pertolongan pertama di lokasi sebelum dibawa ke rumah sakit Harapan Bunda, di mana ia menghembuskan nafas terakhirnya, dilansir dari Detikcom.
Sang istri, Linda (43), mengenang Andriyono sebagai sosok yang pendiam namun sangat istimewa bagi keluarga, terutama anak-anaknya.
"Emang kalau dilihat ya sekilas, kalau orang lihat gitu ya, Bapak orangnya pendiam. Cuman kalau buat keluarga, buat anak ya, apalagi anak lah, istimewa lah buat anaknya dia. Dia ayah yang paling istimewa," ujar Linda saat ditemui di kediamannya di Ciracas, Jakarta Timur.
Linda menambahkan bahwa Andriyono tak pernah mengeluh dengan tanggung jawabnya sebagai pemadam kebakaran dan selalu menekankan pentingnya mencegah perluasan kebakaran.
"Pemadam punya logo ya, 'Pantang pulang sebelum padam', itu logonya Pemadam. Nah, itu diterapkan lah pada dirinya dia sendiri," kata Linda.
Selain pekerjaannya, Linda juga menceritakan kedekatan Andriyono dengan anak-anaknya. Meski harus siap siaga, ia selalu meluangkan waktu untuk menemani mereka saat Linda bekerja.
"Jadi dia dekat sama anak-anak. Dua putri-putrinya, dekat, sering bercanda. Karena saya enggak ada (di rumah), kerja, jadi dia yang nemenin anak-anak gitu.
Jadi dia pulang kerja, ya dia nemenin anak-anak. Saya pulang, baru dia pergi main. Hobi-hobi dia, hobi dia catur," ujar Linda.
Andriyono juga memiliki harapan agar anak-anaknya sukses. Ia ingin putrinya, Aisyah, menjadi dokter, sementara Alya diberi kebebasan memilih jalan hidupnya.
"Abinya ini pengin Aisyah itu jadi dokter, Alya itu, 'Kakak boleh pilih sendiri, jadi pengusaha enggak apa-apa', katanya," tambah Linda.