Petir Sambar Pohon di Tosselilla Sommarland Swedia Akibatkan Sejumlah Orang Luka
Sebuah sambaran petir mengenai pohon di taman hiburan Tosselilla Sommarland, Swedia bagian selatan, pada Minggu (28/6/2026), hingga mengakibatkan beberapa pengunjung mengalami luka-luka dan satu orang menderita cedera serius.
Insiden tersebut terjadi saat cuaca buruk melanda kawasan taman bermain, sebagaimana dilansir dari Detikcom melalui laporan AFP. Pihak manajemen mengonfirmasi bahwa cuaca ekstrem memicu sejumlah petir langsung di area wisata tersebut.
"Hari ini terjadi badai petir hebat di Tosselilla, yang menyebabkan beberapa sambaran petir langsung di area tersebut. Hal ini mengakibatkan sejumlah orang terluka," tulis pihak Tosselilla Sommarland dalam unggahan di Facebook.
Pihak pengelola awalnya menyatakan tidak ada korban yang mengalami cedera parah dari peristiwa tersebut. Namun, otoritas kesehatan setempat kemudian memberikan informasi terbaru mengenai kondisi salah satu korban di rumah sakit.
Badan kesehatan terkait mengonfirmasi bahwa seorang wanita berumur 45 tahun harus mendapatkan perawatan intensif karena mengalami luka serius. Di samping itu, dua orang dewasa lainnya diangkut menggunakan ambulans, sementara dua orang dewasa dan lima anak-anak menjalani pemeriksaan medis.
"Semuanya mengalami luka ringan," kata otoritas kesehatan Region Skane dalam pernyataannya.
Berdasarkan laporan lembaga penyiaran publik SVT, manajemen Tosselilla Sommarland sebenarnya telah mengantisipasi datangnya badai tersebut. Langkah antisipasi dilakukan dengan memastikan tidak ada pengunjung yang berada di wahana permainan ataupun kolam taman air saat cuaca memburuk.
Kendati demikian, petir tetap menyambar sebuah pohon di dalam area taman hiburan. Akibatnya, sekelompok orang yang kebetulan sedang berjalan di dekat lokasi kejadian terkena reruntuhan serpihan pohon yang jatuh.
Pada hari yang sama, Institut Meteorologi dan Hidrologi Swedia (SMHI) telah mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem untuk sebagian besar wilayah selatan Swedia. Peringatan tersebut diterbitkan menyusul ancaman badai petir disertai hujan lebat yang melanda kawasan tersebut.