Petenis Top Dunia Akhiri Aksi Protes Media di Wimbledon 2026

Share

Para petenis papan atas dunia resmi mengakhiri aksi protes liputan media dan kembali menjalankan komitmen konferensi pers secara penuh di turnamen Wimbledon pada Senin, 29 Juni 2026.

Langkah ini diambil setelah sekelompok pemain peringkat atas putra dan putri sempat membatasi durasi wawancara mereka hanya selama 15 menit pada pekan lalu sebagai bentuk protes terkait pembagian pendapatan Grand Slam.

Keputusan pemulihan tugas media ini diumumkan langsung melalui sebuah pernyataan resmi oleh perwakilan para pemain setelah mengadakan pertemuan intensif dengan pihak penyelenggara.

"Following constructive meetings between player representatives and AELTC leadership over the weekend, players have confirmed they will resume normal tournament media duties from Monday 29 June," ujar perwakilan pemain dalam rilis pers yang dilansir dari Tennis Now.

Pihak pemain menegaskan bahwa pelonggaran aksi ini dilakukan karena komitmen peninjauan kembali dari pihak All England Lawn Tennis and Croquet Club (AELTC).

"This decision is based on Wimbledon’s commitment to return with specific proposals addressing all three points of the players’ July 2025 submission." tambah pihak pemain.

Meski dialog konstruktif dipastikan terus berjalan sepanjang turnamen, para petenis menyatakan bahwa poin-poin permasalahan utama seputar tuntutan finansial mereka sebenarnya belum sepenuhnya selesai.

"The underlying matters remain unresolved and players will carefully evaluate the proposals once received. Players will also be providing Wimbledon with further information they have requested in connection with those proposals during the course of the tournament. Constructive dialogue with Wimbledon and the other Grand Slams will continue. The players and the Club will make no further comment at this time." tegas perwakilan pemain menutup pernyataan tersebut.

Dilansir dari The New York Times, turnamen Grand Slam legendaris ini berlangsung hingga 12 Juli 2026 dengan menampilkan kembalinya legenda Serena Williams di sektor tunggal dan ganda, sementara juara bertahan Jannik Sinner diunggulkan di sektor putra setelah mundurnya Carlos Alcaraz akibat cedera pergelangan tangan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author