Kehilangan 11 Ribu Buah Pir, Petani di Jepang Memutuskan Berhenti Berkebun

Share

Seorang petani asal Prefektur Fukuoka, Jepang, memutuskan untuk berhenti dari profesinya secara permanen. Keputusan berat ini diambil usai kebun milik keluarganya menjadi korban pencurian selama dua tahun berturut-turut.

Seperti dilansir dari Detik Food, petani bernama Hiroki Sasaki tersebut harus merelakan sekitar 11.000 buah pir miliknya raib dari area perkebunan yang dikelolanya di Kota Ukiha.

Pada aksi pencurian terbaru, para pelaku menggasak sekitar 5.000 buah pir varietas Kosui. Buah-buah tersebut padahal dijadwalkan untuk dipanen pada akhir Juli, periode saat harga jual di pasaran sedang mencapai puncaknya.

Nilai kerugian dari pencurian yang baru terjadi ini diperkirakan menembus angka 2 juta Yen atau setara Rp225 juta. Sasaki mengaku sangat terpukul saat mendapati pohon-pohon di kebunnya mendadak kosong tanpa menyisakan hasil panen.

Indikasi pencurian secara terencana makin kuat karena tidak ada satu pun buah yang ditemukan jatuh di tanah. Seluruh pir diduga telah dipetik secara sengaja oleh pelaku dari lokasi yang berjarak sekitar 100 meter dari pintu masuk kebun.

Kondisi serupa pernah menimpa Sasaki pada musim panen tahun sebelumnya. Kala itu, sebanyak 6.000 hingga 6.500 buah pir hilang dicuri dari lokasi perkebunan yang sama.

Peristiwa ini memberikan dampak yang sangat masif bagi kelangsungan usaha Sasaki. Mayoritas buah pir yang dicuri sejatinya telah masuk dalam daftar pesanan berbagai toko maupun pelanggan setia.

Hilangnya hasil panen secara mendadak otomatis membuat Sasaki gagal memenuhi komitmen pengiriman barang kepada para pembeli. Saat ini, pihak Kepolisian Jepang sedang melakukan penyelidikan intensif guna mengusut kasus penjarahan tersebut.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author