Perusahaan Teknologi AS Mendesak Pemerintah Tak Batasi AI Open Weight
Lebih dari 25 perusahaan teknologi terkemuka AS merilis surat terbuka pada Jumat (24/7/2026) yang mendesak para pembuat kebijakan untuk menghindari pembatasan prematur terhadap model kecerdasan buatan (AI) berjenis open-weight demi mencegah matinya persaingan bisnis. Koalisi tersebut menyuarakan kekhawatiran bahwa regulasi berlebihan pada model yang dapat diunduh dan dimodifikasi secara bebas justru akan menggelembungkan risiko keamanan serta mendorong inovasi ke luar negeri. Surat terbuka itu menekankan pentingnya menjaga ekosistem terbuka untuk memperkuat persaingan sekaligus memastikan manfaat teknologi dapat terdistribusi secara luas ke seluruh sektor ekonomi.
<"Kepemimpinan AI kita tidak akan dinilai dari satu model AI terdepan saja, melainkan dari apakah Amerika Serikat membangun ekosistem yang kuat dan terbuka yang menyebar ke setiap sektor," tulis kelompok perusahaan tersebut.
Koalisi ini juga menyoroti kelemahan dari ketergantungan penuh pada sistem tertutup yang dinilai berpotensi menciptakan titik kegagalan tunggal. <"Bergantung semata-mata pada model tertutup secara inheren tidak aman: model tersebut dapat diretas, disalahgunakan, atau gagal dengan cara yang tidak dapat dideteksi oleh pihak luar," tulis kelompok perusahaan tersebut.
Para penandatangan menambahkan bahwa konsentrasi kemampuan AI di tangan segelintir penyedia model tertutup dapat memperbesar risiko bagi industri. <"Dan mengonsentrasikan kemampuan AI tingkat lanjut di balik sejumlah kecil model tertutup memperbesar risiko tersebut," tulis kelompok perusahaan tersebut.
Terkait teknik pendistilasian AI yang kini diperdebatkan seiring pesatnya model open-weight dari produsen China seperti Moonshot AI, surat ini menyarankan pendekatan hukum yang lebih spesifik. <"Kekhawatiran tentang pendistilasian ilegal harus diatasi melalui kerangka hukum dan komersial yang terarah, bukannya melalui pembatasan menyeluruh terhadap teknik yang memainkan peran penting dalam inovasi AI," tulis kelompok perusahaan tersebut. Sejumlah pemimpin industri seperti CEO Nvidia Jensen Huang, CEO Microsoft Satya Nadella, hingga Elon Musk menyatakan dukungan mereka terhadap gerakan ini melalui media sosial.
Di sisi lain, pengembang model tertutup seperti OpenAI dan Anthropic memilih tidak menandatangani surat tersebut di tengah persiapan penawaran umum perdana (IPO) mereka.
Presiden OpenAI Greg Brockman mengutarakan pandangannya mengenai pentingnya akses luas terhadap teknologi AI bagi masyarakat. <"Saya pikir, secara mendasar, AI dan penggunaan AI adalah sesuatu yang sangat penting untuk didemokratisasi," kata Greg Brockman, Presiden OpenAI. Brockman menegaskan dukungannya terhadap keberagaman ekosistem pengembangan kecerdasan buatan saat berbicara di New York City.
<"Dan jadi, bagi saya, pada tingkat yang mendalam, saya pikir memiliki lebih banyak model, lebih banyak penggunaan, adalah hal yang baik," kata Greg Brockman, Presiden OpenAI.
CEO OpenAI Sam Altman juga menyampaikan dukungannya terhadap keberadaan model terbuka maupun tertutup di Amerika Serikat. <"Saya senang melihat ini," kata Sam Altman, CEO OpenAI.
Insiden keamanan Siber yang baru-baru ini melilit industri juga membuktikan peran model open-weight, seperti ketika perusahaan Hugging Face berhasil meredam serangan siber menggunakan model dari Z.ai. Kepala Machine Learning Hugging Face Yacine Jernite menceritakan kendala awal saat mencoba mendeteksi serangan menggunakan model tertutup Fable 5 milik Anthropic.
<"Sangat cepat menggunakan model ini," kata Yacine Jernite, Kepala Machine Learning Hugging Face. Pemerintah AS melalui Penasihat Gedung Putih Michael Kratsios memberikan teguran terkait indikasi pencurian teknologi melalui pendistilasian ilegal. <"Tidak dapat diterima," kata Michael Kratsios, Penasihat Gedung Putih.
Langkah koalisi perusahaan teknologi ini menjadi sorotan utama di tengah persaingan ketat pengembangan AI antara Amerika Serikat dan China saat ini.