Pertamina Tanggapi Isu Pembatasan Pertalite Mobil 1.400 cc
Sejumlah model mobil populer seperti Daihatsu Xenia, Toyota Yaris, hingga Mitsubishi Xpander ramai dikabarkan netizen dilarang mengisi BBM subsidi jenis Pertalite mulai 1 Juni 2026. Isu pembatasan pembelian BBM bagi kendaraan roda empat bermesin di atas 1.400 cc ini beredar luas melalui daftar yang diunggah di berbagai platform media sosial.
Unggahan tersebut memicu beragam reaksi dari warganet yang mempertanyakan kebenaran pembatasan berdasarkan kapasitas mesin tersebut. Menanggapi kehebohan publik, PT Pertamina Patra Niaga menyatakan komitmennya untuk selalu menyalurkan energi sesuai ketentuan yang berlaku.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Robert Dumatubun menjelaskan posisi perusahaan sebagai pelaksana kebijakan. Pihaknya menegaskan akan selalu bersandar pada keputusan regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.
"Pada prinsipnya Pertamina sebagai BUMN dan badan usaha/operator yang berada di bawah pemerintah akan mengikuti dan mengacu pada arahan pemerintah sebagai regulator," ujar Robert kepada Kompas.com, Jumat (22/5/2026).
Kendati demikian, pihak manajemen belum memberikan kepastian mengenai validitas daftar mobil yang dilarang membeli Pertalite tersebut. Robert menekankan bahwa formulasi kebijakan sektor energi memerlukan kajian mendalam sebelum disahkan.
"Kebijakan terkait energi akan ditetapkan pemerintah melalui kajian dan keputusan yang kemudian dilaksanakan oleh operator," kata Robert.
Menurut penjelasan lebih lanjut, seluruh mekanisme operasional serta detail teknis penyaluran di lapangan sepenuhnya berada di bawah kendali kementerian terkait. Pertamina kini berfokus pada pemenuhan pasokan harian di SPBU sembari menunggu instruksi resmi.
"Lembaga pemerintah terkait yang akan menurunkan teknis dan bagaimana kebijakan tersebut diterapkan. Pertamina saat ini menunggu dan mengikuti arahan yang berlaku, yakni menyalurkan energi sesuai ketentuan," ujarnya.