Kalah Head to Head dari PSM, Persis Solo Degradasi dari BRI Super League

Share

Proses degradasi Persis Solo dari BRI Super League 2025/2026 terasa sangat menyakitkan. Laskar Sambernyawa dipastikan terlempar dari kasta tertinggi kompetisi sepak bola Indonesia, seperti dikutip dari Bola.

Persis Solo harus menerima kenyataan pahit ini setelah kalah rekor pertemuan atau head to head dari PSM. Kedua tim sebenarnya menyelesaikan musim dengan perolehan poin yang sama, yaitu 34 poin.

Namun, tim kebanggaan warga Solo Raya ini memiliki rapor yang buruk saat berhadapan dengan Juku Eja. Dalam dua kali pertemuan, Persis Solo kalah 2-3 dan bermain imbang 1-1.

Kegagalan ini membuat Persis Solo hanya mampu bertahan selama tiga musim di kasta tertinggi sepak bola nasional. Tim ini sebelumnya berhasil promosi dari Liga 2 pada tahun 2021 yang lalu.

Catatan statistik Laskar Sambernyawa sepanjang musim lalu memang dinilai sangat buruk. Hasil tersebut membuat tim yang kini diarsiteki oleh Milomir Seslija harus turun ke kasta Championship pada musim mendatang.

Dari total 34 pertandingan yang dijalani di BRI Super League 2025/2026, Persis Solo menghabiskan waktu selama 25 pekan di zona merah. Mereka terus tertahan di peringkat 16 hingga 18 pada daftar klasemen.

Sepanjang kompetisi, Laskar Sambernyawa hanya mampu mengamankan delapan kemenangan, 10 hasil imbang, dan menelan 16 kali kekalahan. Catatan statistik yang sama persis sebenarnya juga dikemas oleh PSM pada musim ini.

Kondisi ini membuat Persis Solo dinilai tidak mengambil pelajaran berharga dari performa musim sebelumnya yang juga hampir membuat mereka terdegradasi. Padahal, pihak manajemen dilaporkan telah bekerja keras dengan mendatangkan pemain mumpuni serta menyediakan fasilitas terbaik.

Skenario Pertemuan yang Kandas

Andai Persis Solo mampu bertahan di kasta tertinggi, kompetisi BRI Super League 2026/2027 diprediksi akan berjalan sangat menarik karena memunculkan rivalitas yang unik di kasta elite Tanah Air.

Bagi mantan Presiden RI ketujuh, Joko Widodo, Persis Solo bukan sekadar hiburan untuk mengisi waktu pensiun dengan menonton langsung di Stadion Manahan. Klub ini merupakan sebuah kebanggaan karena Joko Widodo merupakan mantan Walikota Solo selama hampir dua periode.

Jika tidak terdegradasi, Persis Solo dijadwalkan akan bertemu dan saling berhadapan dengan Garudayaksa, klub yang didanai oleh Presiden Prabowo Subianto. Momen ketika Joko Widodo dan Prabowo Subianto duduk bersama di tribun VVIP untuk mendukung tim masing-masing kini dipastikan batal terlaksana.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author